oleh

BENTROK ANTAR DESA BERHASIL DIDAMAIKAN POLISI

10polda jabarPOSKOTA.CO – Jajaran Polres Musirawas, Sumatera Selatan, berhasil mediasi bentrok antara warga desa yaitu Desa Pelita jaya dan Lubuk Pandan, Kecamatan Lakitan setempat setelah terjadi pengeroyokan menimbulkan korban bernama M Haris nasution (45) warga desa Peliti Jaya.

Pelaku pengeroyokan itu adalah Irwansyah warga Desa Lubuk Pandan setempat bersama 29 orang temannya, sehingga korban mengalami luka tembak dan luka bacok disekujur tubuhnya, kata Kapolres Musirawas AKBP Chaidir, Sabtu.

Kronologis kejadian, Jumat (15/8) sekitar pukul 09.00 Wib korban membakar pos SPSI di Jalan Kebun Sidomulyo setempat, sekitar pukul 13.00 Wib tiba pelaku bersama temannya sebanyak 29 orang menggunakan 15 unit sepeda motor langsung menyerang korban di depan rumahnya.

Pelaku menggunakan senaja api rakitan (kecepek) langsung menembak korban sebanyak lima kali dan membacok tubuh korban termasuk merusak dan membakar korbannya, untung saja peristiwa itu cepat dilaporkan warga ke polisi sehingga petugas kelapangan.

Polisi berhasil mengemankan korban dan membawanya ke Rumah Sakit Bunda, Kota Lubuklinggau karena mengalami luka tembak pada tangan kiri dan bagian punggung tembus perut dalam keadaan tak sadarkan diri.

Hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) telah diamankan dua butir timah peluru, satu paranng arit dan satu sarung pisau, setelah itu tim buser telah dikerahkan ke lapangan untuk mengejar pelaku lainnya yang melarikan diri.

Situasi sempat memanas karena ada informasi warga Desa Pelita Jaya akan menyerang warga Desa Lubukpandan asal pelaku pengeroyokan, sekitar pukul 20.00 wib tejadi konstarsi massa antara dua desa itu sekitar 300 orang dan siap saling serang dengan menggunakan senjata tajam.

Namun setelah diberikan pejelasan dan mediasi ratusan warga itu satu persatu membubarkan diri dan warga Desa Lubukpandan berjanji akan mencari pelaku dan menyerahkannya ke polisi untuk di proses secara hukum, ujar Kapolres Chaidir.

Kasat Reskrim Polres Musirawas AKP Teddy Ardian mengatakan sudah menurun tim buser ke lapangan untuk menangkap pelaku dan merampas senjata rakitan yang selama ini menjadi target polisi untuk membersihkan senjata rakitan tersebut.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *