oleh

BENGKULU BANGUN RUMAH SAKIT EVAKUASI

RS BhayangkaraPOSKOTA.CO – Pemerintah Provinsi Bengkulu berencana membangun rumah sakit evakuasi, mengingat daerah ini termasuk rawan bencana alam. “Kita akan membangun rumah sakit evakuasi dengan cara meningkatkan status Rumah Sakit M Yunus, Bengkulu, yang saat ini sudah menjadi rumah sakit tipe B,” kata Gubernur Bengkulu Junaidi Hamsyah di Bengkulu, Senin.

Junaidi mengatakan provinsi ini rawan bencana alam seperti longsor, gempa bumi, bahkan tsunami, padahal daya tampung pasien RS M Yunus terbatas. Hal itu terlihat dari catatan rumah sakit tersebut yang tingkat huniannya jauh dari angka hunian normal, nilai “Bed Occupancy Ratio” (BOR) bahkan mencapai 97 persen.

“Bagaimana kita akan mengevakuasi korban bencana jika daya tampung rumah sakit tidak memadai, karena jumlah kamar saat ini tidak mampu menampung seluruh pasien,” katanya.

Menurut gubernur, diupayakan penanganan pascabencana seperti gempa Kepulauan Mentawai dulu dengan memberikan pertolongan medis, dan evakuasi korban ke rumah sakit di Bengkulu yang terdekat. Padahal, kata dia, kondisi rumah sakit yang ada sekarang tidak memadai.

Menurut gubernur, Provinsi Bengkulu sudah menyediakan lahan kosong untuk penambahan bangunan RS M Yunus, namun pihaknya terkendala ketersediaan anggaran pembangunannya.

“Kita masih punya lahan enam hektare, dan kita sudah mengirimkan perencanaan itu ke Kementerian, dengan harapan ada bantuan dari pusat untuk membangun rumah sakit evakuasi,” kata Junaidi.

Menurut dia, peningkatan status rumah sakit daerah tersebut akan memakan anggaran mendekati angka satu triliun rupiah.

“Saya pikir kurang dari satu triliun, untuk biaya pembangunannya tidak terlalu mahal, yang mahal penyediaan alat kesehatannya,” ujar gubernur.

Provinsi Bengkulu mengharapkan pengembangan rumah sakit tersebut dapat terealisasi pada 2014, guna memberikan pelayanan kesehatan yang lebih maksimal bagi masyarakat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *