oleh

BABINSA DIOPTIMALKAN CEGAH AKSI PENIPUAN TNI GADUNGAN

Pratu Heri Ardiansyah, anggota Denma Puspomad saat dicopot kepangkatannya karena terbukti telah telah melakukan tindakan pidana penganiayaan dengan ancaman 5 tahun. (Foto: Nur Aliem)
Pratu Heri Ardiansyah, anggota Denma Puspomad saat dicopot kepangkatannya karena terbukti telah telah melakukan tindakan pidana penganiayaan dengan ancaman 5 tahun. (Foto: Nur Aliem)

POSKOTA.CO – Komando Distrik Militer (Kodim) 0722/Kudus, Jawa Tengah, segera mengoptimalkan peran Bintara Pembina Desa (Babinsa) untuk mencegah aksi penipuan yang dilakukan dengan berkedok TNI gadungan.

“Adanya kasus penipuan yang mengatasnamakan institusi TNI memang menjadi indikasi bahwa masyarakat memang belum mengenal secara dekat terhadap TNI,” kata Komandan Kodim 0722/ Kudus, Letkol ARH M. Ibnu Sukhelan, ditemui di sela-sela halal bi halal jajaran TNI dan Polri di halaman Kodim 0722/Kudus, Senin.

Padahal, kata dia, masing-masing wilayah terdapat perwakilan TNI, berupa Babinsa yang bertugas di setiap desa. Untuk itu, lanjut dia, peran Babinsa di masing-masing desa akan dimaksimalkan agar lebih dikenal masyarakat, terutama para pelaku usaha yang selama ini menjadi target sasasaran penipuan.

Upaya lain yang sudah ditempuh, yakni dengan menempelkan dan membagikan stiker kepada masyarakat untuk ditempel di tempat-tempat yang strategis. “Jika ada hal-hal yang mencurigakan atau ada orang mengaku anggota TNI untuk meminjam barang berharga bisa dilakukan pengecekan lewat nomor telepon yang sudah kami bagikan kepada masyarakat lewat stiker tersebut,” ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, masyarakat juga bisa berkomunikasi langsung dengan anggota Babinsa setempat.

Ia berharap, masyarakat tidak mudah percaya terhadap seseorang yang mengaku anggota TNI dan ingin meminta bantuan atau meminjam sesuatu, karena kerja sama yang dilakukan oleh institusi TNI selalu disertai dengan surat resmi dan personelnya juga membawa seragam lengkap.

“Kami juga akan menjalin kerja sama dengan Polisi karena kasus tersebut masuk ranah pidana,” ujarnya.
Kasus penipuan oleh oknum TNI gadungan yang terbaru, terjadi pada Selasa (29/10). Seorang pria yang mengaku anggota Koramil Jati membawa lari sepeda motor Honda Beat bernopol K 5085 DR milik Meila Sova, warga Desa Bacin, kecamatan Bae, Kudus.

Barang bukti yang dimiliki polisi, yakni sebuah tas dengan logo TNI, kaos seragam TNI dan sebuah bayonet berbentuk pistol.

Kapolres Kudus, AKBP Bambang Murdoko menambahkan, masyarakat memang perlu waspada terhadap segala hal, termasuk upaya seseorang melakukan penipuan dengan mengatasnamakan institusi TNI/Polri.
“Jika masih ragu, silakan bertanya langsung ke institusi terkait,” ujarnya.

Terkait dengan kegiatan halal bi halal yang digelar dengan TNI, kata dia, sebagai salah satu bentuk sinergitas antara TNI dan Polri.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *