RUMAH MEWAH BANDAR NARKOBA DISITA POLDA JAMBI – Poskota.co
Saturday, September 23

RUMAH MEWAH BANDAR NARKOBA DISITA POLDA JAMBI

24RUMAHPOSKOTA.CO – Penyidik TPPU Ditkrimsus Polda Jambi menyita seluruh aset kekayaan milik bandar besar narkoba asal Jambi, Didin alias Diding diantaranya satu unit rumah mewah senilai miliaran rupiah yang dibangun di kawasan Kelurahan Legok, Kecamatan Danau Sipin, Kota Jambi.

Penyitaan seluruh aset dari tersangka Diding tersebut dilakukan tim Subdit II TPPU Ditkrimsus Polda Jambi yang dipimpin Kompol Samsun di beberapa lokasi pada dua Kecamatan Telanaipura dan Danau Sipin, Kota Jambi, Rabu.

Usai melakukan penyegelan aset milik Diding, Kompol Samsun kepada sejumlah wartawan, mengatakan seluruh aset dari tersangka Diding yang disangkakan dalam pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) telah kami sita untuk proses hukum selanjutnya.

Dia mengatakan, ada pun aset yang disita dari Diding ada sebanyak 13 item diantaranya beberapa unit rumah, termasuk rumah mewah yang sedang dibangunnya tersebut serta lahan kosong dan rumah kontrakannya.

“Semua aset Diding sudah kami sita dan kini penyidik masih terus melengkapi berkas perkara tersangka baik kasus narkobanya maupun TPPU,” kata Samsun.

Sementara itu sebelumnya Diding ditangkap di Bogor beberapa waktu lalu dan kini tinggal menunggu kelengkapan berkas perkaranya untuk diproses hukum selanjutnya.

Aset milik Diding di antaranya, kebun sawit, rumah dan kendaraan mewah yang nilainya mencapai miliar rupiah, namun aset ini kemungkinan akan bertambah sebab penyidik masih melakukan pengembangan dan pendataan.

Sementara itu, Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) terkait dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang dilakukan Diding juga sudah dikirim ke jaksa.

Atas perbuatannya tersangka Diding dikenakan pasal 3 dan 4 Undang-undang Nomor 8/2010 tentang pencegahan dan pemberantasan TPPU dengan ancaman hukuman 20 tahun dan denda Rp20 miliar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_2898" align="alignnone" width="300"] Anang Iskandar[/caption] POSKOTA.CO- Kepala Badan Narkotika Nasional(BNN) Komjen Anang Iskandar mendesak kepada Jaksa Agung Prasetyo untuk segera mengeksekusi terpida mati kasus narkoba. Salah satunya adalah terpidana mati yang kembali mengendalikan bisnis narkoba Warga Negara Nigeria, Silvester Obiek. "Iya, ingin (Silvester) segera dieksekusi mati? Saya laporkan tadi ke Pak Jaksa Agung," kata Anang kepada wartawan di Kejagung, Senin(2/2). Anang berharap, eksekusi mati yang dijalankan pihak kejaksaan, diharapkan tidak terlalu lama waktunya dari eksekusi mati pertama. "Kami ingin efek jera bagi mereka, eksekusi hukuman mati perlu tapi jangan sekali dan jedanya jangan terlalu panjang. Semoga gelombang kedua nggak tahun depan. Kami ingin penegak hukum punya integritas yang tinggi," ujar mantan Kapolda Jambi ini. Sementara itu, Jaksa Agung M Prasetyo mengaku, pihaknya masih menunggu grasi yang diajukan Silvester Obiek ke Presiden Joko Widodo(Jokowi). "Yang bersangkutan (Silvester) ajukan grasi, nanti kita cek lagi,‎" kata Prasetyo. Sebelumnya, petugas BNN mencokok seorang kurir shabu bernama Dewi disebuah parkiran hotel Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada pukul 22.30 WIB.Dari tangan Dewi petugas menyita barang bukti 1.794 gram shabu. Kepada penyidik, Dewi mengaku, dirinya disuruh Andi teman satu sel Silvester Obiek, untuk mengirimkan shabu tersebut kepada seseorang berinsial E yang masih buron. Belakangan diketahui, bisnis narkoba tersebut dikendalikan oleh Silvester Obiek yang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan(LP) Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, dan sudah beberapa kali tersangkut kasus narkoba dan divonis hukuman mati.(sapuji)