VIETNAM TAHAN IMBANG TIMNAS INDONESIA DI LAGA PERSAHABATAN – Poskota.co

VIETNAM TAHAN IMBANG TIMNAS INDONESIA DI LAGA PERSAHABATAN

POSKOTA.CO – Tim nasional Indonesia harus puas meraih hasil imbang 2-2 usai ditahan tamunya, Vietnam, saat melakoni laga persahabatan di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Minggu (9/10). Tim asuhan Alfred Riedl ini sempat tertinggal dua gol di awal pertandingan.

Laga baru jalan empat menit Vietnam sudah unggul lewat gol cantik Le Van Thang. Dari jarak lebih dari 25 meter, Van Thang melepaskan tendangan ke pojok kiri atas gawang yang tidak mampu dijangkau kiper Andritany Ardhiyasa.

Vietnam kemudian menggandakan keunggulan lewat Vu Minh Tuan pada menit 12, melalui tendangan voli yang gagal dihentikan Andritany, usai memanfaatkan umpan silang Nguyen Trong Hoang.

Zulham Zamrun (kiri) dan Irfan Bachdim, pencetak gol ke gawang Vietnam pada laga uji coba di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Minggu (9/10).
Zulham Zamrun (kiri) dan Irfan Bachdim, pencetak gol ke gawang Vietnam pada laga uji coba di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Minggu (9/10).

Tertinggal dua gol, skuat Garuda mulai bangkit. Tim Merah Putih berhasil memperkecil kedudukan melalui gol Zulham Zamrun pada menit 25. Zulham mencetak gol spektakuler lewat tendangan bebas yang bersarang di pojok kanan atas gawang.

Berselang dua menit kemudian, Indonesia kembali mencetak gol penyama kedudukan 2-2 lewat kerja keras Andik Vermansah di sisi kiri pertahanan Vietnam, pemain Selangor FA itu mengirim umpan tarik ke Zulham.

Bola tendangan Zulham tidak tepat sasaran dan mengarah ke sisi kiri gawang, Irfan Bachdim yang tidak terkawal berhasil menceploskan bola ke gawang Vietnam yang dijaga Tran Nguyen Manh. Para pemain Vietnam mengira pemain keturunan Belanda ini dalam posisi offside. Skor 2-2 bertahan hingga jeda babak pertama.

Di babak kedua tidak ada gol tambahan yang tercipta. Riedl sempat mencoba melakukan pergantian lini depan dengan memasukkan Ferdinand Sinaga dan Lerby Eliandry, tapi keputusan itu tidak membuahkan hasil. Hingga laga usai, skor 2-2 tetap bertahan.

Kehilangan konsentrasi
Pelatih timnas Indonesia, Alfred Riedl, usai pertandingan mengakui, skuat asuhannya gagal fokus dan kehilangan konsentrasi di awal babak pertama hingga Vietnam dengan mudah mencetak dua gol.

“Kami sempat lengah di awal-awal babak pertama sehingga kebobolan dua gol dalam waktu cepat,” ujar Riedl.

Tidak hanya masalah konsentrasi di awal laga yang menjadi sorotan Riedl. Pelatih asal Asutria itu juga menganggap masalah fisik menjadi masalah utama skuat Merah-Putih yang harus dibenahi jelang tampil di Piala AFF 2016.

“Pekerjaan rumah kami saat ini adalah fisik pemain yang harus diperbaiki pada uji coba berikutnya,” ujar Riedl.

Puji mental Indonesia
Keberhasilan skuat Garuda menyamakan kedudukan 2-2 mendapat pujian dari pelatih timnas Vietnam, Nguyen Huu Thang.

Huu Thang memuji penampilan timnas Indonesia yang tidak panik ketika tertinggal dua gol. Huu Thang memuji mentalitas skuat asuhan Alfred Riedl.

“Indonesia punya mentalitas bagus bisa mengejar ketinggalan dua gol. Indonesia juga bermain sangat kuat. Mereka mencetak dua gol sangat bagus,” ujar Huu Thang.

Huu Thang mengaku strategi permainan yang sudah direncanakan timnya tidak bisa diterapkan karena kondisi lapangan yang basah karena hujan. Kondisi tersebut membuat Huu Thang harus mengubah strategi untuk timnas Vietnam.

“Kami sejak awal sangat mewaspadai beberapa pemain Indonesia. Mereka antara lain nomor 17 (Irfan Bachdim), 7 (Boaz Solossa), dan nomor 21 (Andik Vermansah),” ujar Huu Thang.

“Strategi kami tidak berjalan dengan baik karena hujan deras di lapangan. Akhirnya kami sedikit mengubah strategi,” sambungnya.

Vietnam yang merupakan juara Piala AFF 2008 memiliki persiapan yang cukup matang jelang tampil di Piala AFF 2016. Usai mengalahkan Korea Utara dan bermain imbang melawan Indonesia, timnas Vietnam selanjutnya akan melakoni sejumlah uji coba melawan klub-klub di Korea Selatan.

Vietnam juga akan menjamu Indonesia pada laga uji coba di Hanoi, 9 November mendatang. Sebelumnya
Indonesia akan menghadapi Myanmar, pada 4 November. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_810" align="alignleft" width="300"] Effendi Gazali[/caption] POSKOTA.CO - Pakar Komunikasi Politik Effendi Ghazali melayangkan protes ke Mahkamah Konstitusi meminta penjelasan atas ketidakkonsistenan dan memiliki sikap berbeda dalam mengadili suatu perkara. Dalam surat itu, Effendi meminta penjelasan tentang permohonannya terhadap pelaksanaan Pemilu Serentak yang membutuhkan waktu satu tahun lebih. Dia mengungkapkan bahwa pengujian Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden itu didaftarkan Effendi pada 10 Januari 2013 dan baru diputus 23 Januari 2014. Sementara, saat menguji Undang-Undang nomor 4 tahun 2014 tentang Penetapan Perppu nomor 1 tahun 2013 tentang Perubahan Kedua atas UU Mahkamah Konstitusi, MK hanya membutuhkan waktu 37 hari. "Putusan Mahkamah Konstitusi No 1PUU-XII/2014 dan 2/PUU-XII/2014 dibacakan setelah 37 dan 50 hari sejak pendaftaran perkara, sedangkan Putusan PUU kami nomor 14/PUU-XI/2013 dibacakan setelah 1 tahun 13 hari (378 hari) sejak pendaftaran perkara," ungkap Effendi, dalam suratnya. Effendi juga memprotes dasar pertimbangan yang digunakan, yakni saat mengadili UU MK, mahkamah mempertimbangkan perlu segera memutus perkara karena terkait dengan agenda ketatanegaraan Tahun 2014, yaitu pemilihan umum anggota DPR, DPD, dan DPRD provinsi/kabupaten/kota, serta pemilihan umum Presiden dan Wakil Presiden. Namun, lanjutnya, dalam mengadili UU Pilpres yang diajukan Effendi, MK tak menggunakan pertimbangan serupa. Oleh karena itu, Effendi dalam suratnya mempertanyakan, apakah konstitusionalitas dalam penyelenggaraan Pemilu 2014 kalah penting dibandingkan dengan potensi sengketa hasil pemilu yang akan ditangani oleh MK. Effendi mengharapkan respon secepatnya dari MK, jka sampai 14 hari tidak mendapatkan respon, maka dia mengancam akan melaporkan masalah ini ke Dewan Etik MK. djoko-antara