LIONEL MESSI ABSEN BELA TIM TANGO LAWAN VENEZUELA – Poskota.co

LIONEL MESSI ABSEN BELA TIM TANGO LAWAN VENEZUELA

POSKOTA.CO – Timnas Argentina dipastikan tidak akan diperkuat kapten sekaligus bintang andalan, Lionel Messi, dalam laga matchday 8 kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Conmebol, kontra Venezuela. Messi mengalami cedera dalam laga kontra Uruguay, dan Argentina tak mau mengambil risiko.

Pada laga kualifikasi yang dihelat pada Jumat (2/9) dinihari WIB, Messi jadi pahlawan kemenangan Argentina atas Uruguay di Estadio Malvinas Argentinas. Gol tunggal pemain berjuluk La Pulga, mengantar ‘Tim Tango’ meraih poin penuh dalam laga tersebut, meski harus bermain 10 orang setelah Paulo Dybala mendapatkan kartu merah, karena akumulasi dua kartu kuning.

Messi yang membatalkan keputusannya pensiun dari Timnas Argentina, menjadi penentu kemenangan lewat golnya di menit 43. Namun, pada pertandingan tersebut, bintang Barcelona itu mengalami cedera pangkal paha.

“Leo kesakitan. Sayangnya, ia tidak bisa ambil bagian di pertandingan berikutnya,” ujar pelatih Argentina, Edgardo Bauza.

“Dia mengalami pembengkakan dan kami tidak mau mengambil risiko. Kami sudah berbicara dengannya, juga dengan dokter tim, dan berkesimpulan bahwa sebaiknya dia istirahat,” jelas Bauza

“Besok, dia akan ikut berangkat bersama tim, tapi tidak akan ambil bagian dalam pertandingan,” kata Bauza.

Berkat kemenangan atas Uruguay, Argentina kini memuncaki klasemen sementara kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Conmebol. Pada Selasa (7/9) dinihari WIB, La Albiceleste akan bertanding melawan tuan rumah Venezuela di Estadio Metropolitani de Merida, Merida.

Messi kemungkinan akan kembali ke Barcelona. Superstar lapangan hijau ini berharap bisa pulih dari cederanya untuk laga kontra Deportivo Alaves dalam lanjutan La Liga Spanyol pada 10 September mendatang.

Tidak bohongi siapa pun
Sementara, soal keputusannya kembali memperkuat Argentina setelah sempat menyatakan pensiun, Messi mengaku tidak membohongi siapa pun. Ia pun memutuskan kembali setelah melakukan pembicaraan dengan Bauza.

“Saya sangat berterima kasih (kembali ke tim nasional),” ungkap Messi kepada TV Publica, yang diwartakan Soccerway.

“Tapi, saya tidak menipu siapa pun ketika aku pensiun, aku memang merasa itu keputusan yang pas,” pungkas ujar peraih lima penghargaan Ballon d’Or ini.  (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
POSKOTA.CO - Sebanyak delapan Pegawai Negeri Sipil (PNS) menggugat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara terkait aturan mengundurkan diri saat mencalonkan diri sebagai pejabat publik di Mahkamah konstitusi. Kedelapan PNS tersebut: o. Dr Rahman Hadi MSi, o. Dr Genius Umar S Sos MSi, o. Empi Muslion AP SSos MT MSc, o. Rahmat Hollyson Maiza MAP, o. Dr Muhadam Labolo, o. Dr Muhammad Mulyadi AP MSi, o. Sanherif S. o. Hutagaol S.Sos MSi, o. Dr Sri Sundari SH MM, Menurutnya Pasal 119 dan Pasal 123 ayat (3) UU Aparatur Sipil Negara merupakan bentuk perlakuan diskriminatif sekaligus mengamputasi hak konstitusional PNS selaku warga negara. "Memang kami akui bahwa tujuan undang-undang tersebut sangat mulia menjadikan PNS sebagai sosok berintegritas, profesional, bebas KKN, namun yang kami sayangkan adalah adanya ketentuan norma yang diskriminatif menjegal eksistensi PNS untuk berbuat lebih jauh lagi untuk bangsa dan negara ini," salah satu pemohon, Rahman Hadi, saat membacakan permohonannya dalam sidang di MK Jakarta, Senin. Menurut Rahman, UU Aparatur Sipil Negara bertentangan dengan Pasal 27 ayat (1) dan Pasal 28 D ayat (3) UUD 1945. Pasal 27 menyebutkan bahwa segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya. Sementara pasal 28D ayat (3) berbunyi setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintahan. Rahman juga menyoroti ketidakkonsistenan penerapan pasal 119 dan Pasal 123 ayat (3) terhadap Pasal 121 yang menyatakan pegawai Aparatur Sipil Negara dapat menjadi pejabat negara. Sedangkan Pasal 122 menyatakan pejabat negara sebagaimana dimaksud Pasal 121 jika dikaitkan dengan Pasal 123 ayat (1) berbunyi jika pegawai Aparatur Sipil Negara yang diangkat menjadi pejabat negara pada pimpinan dan anggota MK, BPK, KY, KPK, menteri dan dubes, maka pegawai ASN diberhentikan sementara dari jabatannya dan tidak kehilangan status sebagai PNS.