MAHREZ DIBANDEROL LEICESTER 45 JUTA POUNDSTERLING – Poskota.co
Wednesday, September 20

MAHREZ DIBANDEROL LEICESTER 45 JUTA POUNDSTERLING

POSKOTA.CO – Juara Liga Primer Inggris musim 2015/2016 Leicester City sejauh ini optimistis Riyad Mahrez tetap bertahan di King Power namun dengan memberikan banderol tinggi sebagai antisipasi jika mereka tak bisa menahan kepergian Mahrez.

Leicester baru saja kehilangan gelandang jangkar mereka, N’Golo Kante, yang hijrah ke Chelsea dengan nominal 30 juta poundsterling. Selain Kante, nama Mahrez tentunya tidak bisa disisihkan begitu saja bila membicarakan kesuksesan ‘The Foxes’ juara Liga Primer Inggris musim lalu.

Mahrez mempersembahkan 17 gol dan menjadi penyumbang gol terbanyak kedua bagi ‘The Foxes’ di bawah striker Jamie Vardy. Aksi Mahrez di lini tengah Leicester membuatnya terpilih jadi pemain terbaik musim lalu.

Dengan sederet prestasi tersebut, Leicester menginginkan harga yang lebih tinggi bila Mahrez benar-benar pergi. Dilansir dari Telegraph, Leicester ingin Mahrez dibanderol dengan harga 45 juta poundsterling.

Langkah Leicester menetapkan harga tinggi tersebut merupakan langkah antisipasi, karena mereka sejauh ini yakin bisa mempertahankan Mahrez.

Angka 45 juta poundsterling sejatinya merupakan angka yang masih mudah dijangkau klub-klub pemburu Mahrez. Jadi, banderol itu tak akan benar-benar menghentikan langkah klub-klub pemburu yang benar-benar serius ingin mendapatkan gelandang asal Aljazair itu.

Meskipun secara teknik kepergian Mahrez akan meninggalkan celah besar, namun secara finansial penjualan Mahrez adalah langkah penuh keuntungan bagi Leicester. ‘The Foxes’ hanya menggelontorkan dana 500 ribu euro saat merekrut Mahrez dari Le Havre, dan bakal mendapatkan untung puluhan kali lipat bila melepas Mahrez ke klub lain musim panas ini.

Mahrez masih terikat kontrak hingga 2019, dan tak ada klausul pelepasan dalam kontrak miliknya, beda halnya dengan N’Golo Kante. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
POSKOTA.CO - BRI Cabang Kabupaten Majene mangkir dari panggilan Ombudsman Provinsi Sulawesi Barat untuk melakukan klarifikasi terkait raibnya tabungan warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar di Bank BRI Cabang Majene. "Kami sudah melakukan panggilan kepada Kepala Bank BRI Majene untuk melakukan klarifikasi atas raibnya tabungan warga di BRI Majene, namun Bank BRI Majene mangkir dari panggilan," kata Asisten Bidang Pencegahan Ombudsman Perwakilan Provinsi Sulbar, Muhammad Sukriadi Azis S,Ip di Mamuju, Jumat. Ia mengatakan, Ombudsman kembali memanggil Kepala BRI Cabang Majene sampai pada panggilan ketiga dan bila belum diindahkan panggilan yang ketiga maka akan dilakukan pemanggilan paksa dengan melibatkan aparat kepolisian. "Kami akan lakukan panggilan sesuai dengan kewenangan Ombudsman Sulbar kami harap BRI Majene bersedia menerima panggilan Ombudsman Sulbar," katanya. Menurut dia, Ombudsman Sulbar telah menerima laporan nasabah BRI Majene yang tabungannya raib di BRI Majene sebanyak Rp400 juta, raib, "Kami telah menerima laporan dari seorang warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polman, atas nama Subli Sukardi, yang mengaku uang tabungannya raib senilai Rp400 juta, di Bank BRI Cabang Majene, sehingga kita panggil BRI Majene melakukan klarifikasi," katanya. Ia mengatakan, warga itu menyampaikan jika uangnya raib diduga karena telah terjadi penggelapan dana di Bank BRI Majene. "Pelapor mengaku bahwa diduga salah seorang oknum pegawai negeri sipil di lingkup Pemkab Majene, telah bersekongkol dengan staf Bank BRI Majene, mencairkan tabungannya sehingga tabungannya raib," katanya. Menurut dia, uang tabungan pelapor telah ditarik sebanyak tiga kali direkeningnya sehingga tabungannya itu raib sejak bulan Juli tahun 2013. Ia menyampaikan bahwa atas laporan tersebut maka pihak Ombudsman Sulbar menindaklanjutinya dengan memanggil Kepala BRI Majene dan melakukan pemeriksaan terhadap staf Bank BRI dan oknum PNS yang dimaksud, namun yang dipanggil ternyata mangkir.