INDONESIA MASUK GRUP NERAKA PIALA AFF 2016 – Poskota.co

INDONESIA MASUK GRUP NERAKA PIALA AFF 2016

POSKOTA.CO – Tim nasional Indonesia tergabung di grup neraka pada ajang Piala AFF 2016. Skuat asuhan Alfred Riedl bakal menghadapi juara bertahan Thailand di Grup A. Kemudian Indonesia juga akan berhadapan dengan Singapura dan tim kuda hitam, Filipina. Sedangkan di Grup B dihuni tuan rumah Myanmar, Malaysia, Vietnam dan pemenang kualifikasi.

Daam undian itu timnas Garuda akan memainkan laga penyisihan grup di Filipina, dan Grup B bakal bertarung di Myanmar. Undian peserta Piala AFF 2016 ini dilangsungkan di Yangon, Myanmar, Selasa (2/8) malam.

Sebenarnya tim Merah Putih berada di pot empat mengikuti kualifikasi bersama Laos, Timor Leste, Kamboja dan Brunei Darussalam, karena menempati peringkat enam di daftar ranking FIFA untuk kawasan Asia Tenggara.

Padahal pada penyelenggaraan AFF sebelumnya, juara dan runner-up kualifikasi berhak berlaga di putaran final. Namun dengan kondisi yang terjadi tahun ini, AFF akhirnya hanya mengambil kampiun kualifikasi saja. Babak kualifikasi diagendakan bergulir Oktober di Kamboja. Rencananya Piala AFF 2016 bergulir pada 19 November-17 Desember 2016 mendatang.

Seperti diketahui, persiapan timnas Indonesia untuk Piala AFF bisa dibilang yang paling telat di antara para peserta lainnya. Mengingat, Indonesia baru terlepas dari sanksi FIFA pada Mei 2016 lalu.

Saat ini, Riedl pun baru mulai menyeleksi pemain yang terbagi dalam dua gelombang (8-11 Agustus dan 15-18 Agustus). Tercatat, ada 47 pemain yang dipanggil untuk mengikuti seleksi.

Pada ajang ini, pelatih asal Austria itu pun menargetkan bisa menembus partai final. Sebelumnya pada Piala AFF 2014, Riedl gagal total lantaran Indonesia terhenti di fase grup. (*)

Berikut hasil lengkap pembagian grup Piala AFF 2016:
Grup A:
1. Filipina
2. Thailand
3. Singapura
4. Indonesia

Grup B:
1. Myanmar
2. Malaysia
3. Vietnam
4. Pemenang Kualifikasi

Kualifikasi hasil undian posisi putaran kualifikasi
1. Brunei Darussalam
2. Timor Leste
3. Kamboja
4. Laos.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_445" align="alignleft" width="300"] Kuasa hukum pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman Surjadi Sumawiredja dalam pilkada Jawa Timur 2013, Kenny Hasibuan, menunjukkan surat yang akan diberikan kepada Mendagri Gamawan Fauzi di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (3/2). (ANTARA)[/caption] POSKOTA.CO - Pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman Suryadi Sumawiredja meminta Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi membatalkan jadwal pelantikan pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim) terpilih Soekarwo-Saifullah Yusuf, 12 Februari 2014. "Kami ke sini untuk menemui Mendagri guna menjelaskan permohonan klien kami (Khofifah-Herman) untuk tidak melantik pasangan Soekarwo-Saifullah," kata Kuasa Hukum Khofifah, Romulo HSA Silaen, di Jakarta, Senin. Menurut Romulo, permohonan pembatalan pelantikan ini karena ada pernyataan dari Akil (mantan Ketua MK Akil Mochtar) bahwa dalam putusan panel yang dimenangkan adalah Khofifah-Herman. "Ini karena ada statement dari Pak Akil bahwa dalam putusan panel yang dimenangkan adalah Khofifah, kenapa setelah Akil ditangkap, putusan itu berubah. Ada yang merugikan klien kami," katanya. Selain itu, Romulo menilai, MK telah melanggar undang-undang MK, yang tidak melibatkan ketua dalam RPH. "Ada cacat hukum dari putusan MK, pertama tidak melibatkan Akil sebagai ketua panel, dan tidak sesuai isi putusan panel yang diputus oleh panel sebelumnya, yang 3 orang itu, Akil, Maria, Anwar Usman, ini melanggar pasal 28 ayat 1 Undang-Undang MK, yaitu diputuskan oleh 9 atau dalam keadaan luar biasa 7 orang, dan dipimpin oleh ketua MK, putusan itu tidak melibatkan Akil dan putusan itu berbeda dengan putusan panel yang ditetapkan sebelumnya," katanya. Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Dedy Suprayitno mengatakan hingga saat ini  belum ada rencana pengunduran pelantikan Soekarwo-Saifullah Yusuf pada 12 Februari 2014. "Rencana itu masih berjalan, pelantikan sudah direncanakan, belum ada (pengunduran)," kata Dedy. (djoko/ant)