PEP GUARDIOLA PAHAMI PERASAAN SUPORTER THE CITIZENS SOAL JOE HART – Poskota.co

PEP GUARDIOLA PAHAMI PERASAAN SUPORTER THE CITIZENS SOAL JOE HART

POSKOTA.CO – Bertahun-tahun jadi penjaga gawang utama Manchester City, Joe Hart, tiba-tiba tergusur ke bangku cadangan setelah kedatangan Pep Guardiola ke Etihad Stadium. Guardiola paham jika suporter City tak sepakat dengan keputusannya soal Hart.

Manajer asal Spanyol itu menganggap Hart tak memenuhi kriteria kiper yang dia butuhkan. Guardiola tak hanya menginginkan kiper yang tangguh dalam menjaga gawang, tapi juga punya kemampuan mendistribusikan bola dengan baik. Menurutnya, seorang kiper juga harus terlibat dalam proses membangun serangan.

Guardiola memilih untuk memasang Willy Caballero pada tiga laga pertama City musim ini. Dia baru menurunkan Hart pada laga melawan Steaua Bucharest di leg kedua play-off Liga Champions di Etihad Stadium, Kamis (25/8) dinihari WIB, yang berakhir 1-0 untuk kemenangan City dan memastikan kelolosan ke fase grup. Ini penampilan pertama Hart bersama The Citizens di musim ini.

Pada pertandingan tersebut, Hart menjadi kapten City dan tercatat membuat 100 persen operan sukses dan melakukan tiga penyelamatan dari enam tembakan Steaua yang mengarah ke gawang.

Besarnya dukungan suporter City untuk Hart sangat terasa pada laga tersebut. Di sepanjang pertandingan, Hart selalu mendapatkan tepuk tangan setiap kali menguasai bola atau melakukan penyelamatan. Sejumlah suporter juga membawa poster berisi dukungan untuk kiper nomor satu Inggris itu.

Usai laga berakhir, Hart memberikan aplaus kepada fansnya di seluruh penjuru Etihad Stadium lalu menyalami setiap rekan setimnya. Aksi ini lantas diartikan sebagai perpisahan dia dengan City.

“Ini adalah malam istimewa untukku,” ucap Hart kepada BT Sport. “Kita semua tahu ada sebuah situasi yang sedang berjalan. Ini adalah sebuah tempat istimewa untukku, bukan rahasia lagi.”

“Situasi memang terjadi di dalam sepakbola. Kami semua adalah laki-laki dewasa dan menjalaninya. Kami memiliki seorang manajer top dan dia akan memberi pendapatnya pada banyak hal. Malam ini aku sudah bermain dan menikmati setiap momennya. Situasinya ya beginilah.”

Hart sedang santer-santernya dirumorkan akan meninggalkan City setelah kehilangan statusnya sebagai kiper nomor satu. Claudio Bravo segera didatangkan dari Barcelona untuk menggantikan tempatnya.

Guardiola tak menutup mata terkait hal ini. Mantan pelatih Barcelona dan Bayern Muenchen itu menyadari betapa pentingnya Hart untuk City dan para suporter, tapi dia juga punya gaya permainan yang ingin dia terapkan di lapangan.

“Joe masih pemain kami. Saya tahu dia adalah legenda untuk klub ini. Ini adalah malam yang bagus untuk semua orang dan Joe termasuk di dalamnya,” ujar Guardiola seperti dikutip BBC.

“Saya di sini untuk mengambil keputusan. Saya tak bisa menyangkal apa yang saya rasakan. Saya jujur dengan Joe, klub, dan diri sendiri. Itulah yang saya coba lakukan,” tambah Guardiola.

“Saya bisa sepenuhnya memahami jika suporter tidak senang. Joe sudah melakukan banyak hal bersama klub ini selama bertahun-tahun dia di sini, lebih daripada yang sudah saya lakukan,” pungkas Guardiola.

Hart santer dikabarkan akan segera angkat kaki dari City. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_2327" align="alignleft" width="300"] Ilustrasi[/caption] POSKOTA.CO - Komisi Pemberantasan Korupsi menerima sembilan laporan penerimaan gratifikasi berupa pemutar musik elektronik Ipod Shuffle yang diterima saat resepsi pernikahan anak Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi. "Sudah ada sembilan orang yang melaporkan Ipod kepada KPK," kata Juru Bicara KPK Johan Budi, Jumat (21/3). Sembilan orang yang melaporkan penerimaan itu adalah Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta Ratiyono, satu orang hakim Pengadilan Tinggi, Ketua Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Made Rawa Aryawan, dua orang hakim Mahkamah Agung, satu orang pejabat Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan, satu pejabat Komisi Yudisial dan dua orang pejabat dari Ombudsman. "Laporan ini akan kita analisa dan klarifikasi," kata Direktur Gratifikasi KPK Giri Suprapdiono. Sebelumnya, Ketua Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI) cabang Mahkamah Agung Gayus Lumbuun saat datang ke KPK bersama empat hakim agung lain pada Kamis (19/3) mengatakan bahwa para hakim akan melaporkan pemberian tersebut ke KPK. "Kami akan mempersiapkan surat laporan dari IKAHI cabang MA karena penerima iPod sebagian besar adalah hakim-hakim di MA, hakim agung dan hakim-hakim yang ditugaskan di lingkungan MA," kata Gayus, Kamis (19/3). Gayus juga menyerahkan contoh iPod yang akan dinilai KPK. "Menurut hitungan kami, data yang kami miliki (harganya) di bawah Rp500 ribu, jadi kami berpandangan ini bukan gratifikasi yang dilarang, tapi kami menyerahkan pada KPK untuk menilai, oleh karena itu yang kami urus adalah hakim-hakim yang menerima," ujar Gayus.