GARUDA ‘PATUK’ HARIMAU MALAYSIA – Poskota.co

GARUDA ‘PATUK’ HARIMAU MALAYSIA

POSKOTA.CO – Tim nasional Indonesia memberi sinyal positif dalam laga perdananya usai lepas dari sanksi FIFA. Tim Garuda menaklukkan rival bebuyutan Malaysia 3-0 dalam laga uji coba di Stadion Manahan, Solo, Selasa (6/9) malam WIB.

Dalam pertandingan tersebut, Boaz Solossa menyumbangkan dua gol, sedangkan satu gol tambahan dicetak Irfan Haarys Bachdim.

Kemenangan besar tim asuhan Alfred Riedl ini di luar dugaan. Mengingat, para pemain Harimau Malaysia sudah berkumpul lebih lama dalam persiapan menghadapi Piala AFF 2016, November mendatang.

Sebaliknya, para penggawa Garuda berkumpul cukup singkat. Riedl bahkan melatih para penggawa timnas sembari menggelar seleksi. Namun, persiapan singkat rupanya cukup untuk menaklukkan tim negeri jiran dalam laga uji coba ini.

Kunci kemenangan Indonesia terletak pada kecepatan Boaz Solossa dan Irfan Bachdim, yang didukung pergerakan licin Andik Vermansah dan Zulham Zamrun. Evan Dimas juga cukup piawai melepas bola-bola berbahaya. Alhasil, permainan kombinasi para pemain Indonesia ini membuat lini belakang Malaysia kerepotan.

Selain komunikasi antarpemain yang buruk di belakang, para penggawa Malaysia juga kerap terlambat menutup alur bola Timnas Merah Putih saat gagal melancarkan serangan. Alhasil, permainan Boaz dkk yang mengandalkan transisi serta alur bola cepat sukses menghadirkan tiga gol pada babak pertama.

Striker Persipura Jayapura, Boaz Solossa, membuat gol cepat pada menit enam, setelah berhasil mencuri bola memanfaatkan kesalahan pemain belakang Harimau Malaysia, dan menaklukkan kiper Malaysia yang dijaga Khairil Fahmi. Kedudukan 1-0 untuk tuan rumah.

Lima menit kemudian, Boaz yang menyandang ban kapten giliran melepaskan umpan matang kepada Irfan. Assist Boaz dapat dikonversi Irfan yang menggandakan keunggulan Timnas Garuda.

Belum cukup dua gol, Fahmi kembali dibuat merana oleh lini depan Indonesia. Boaz mencatatkan namanya di papan skor untuk kali kedua pada menit 22. Menerima umpan dekat Zulham Zamrun, Boaz menendang keras dengan kaki kirinya dari jarak dekat tanpa bisa diantisipasi Fahmi.

Memasuki babak kedua, Riedl mengganti dua pemain. Zulham Zamrun ditarik dan digantikan Irsyad Maulana. Sedangkan Boaz keluar, digantikan oleh penyerang Pusamania Borneo FC, Lerby Eliandry.

Keluarnya Boaz tak begitu mempengaruhi eksplosivitas lini depan Indonesia. Terbukti, Irfan mendapatkan peluang pada menit 48. Sayang, bola sepakannya hanya membentur tiang gawang.

Indonesia seharusnya mendapat hadiah penalti ketika Irfan dilanggar Fahmi di kotak terlarang pada menit 61. Fahmi mengantisipasi umpan terobosan yang diarahkan ke Irfan dengan baik. Namun saat menjatuhkan badan meraih bola, kaki Fahmi naik ke pangkal paha mantan penyerang Persema Malang itu.

Irfan mengerang kesakitan dan melancarkan protes. Tapi, tidak digubris wasit asal Singapura, Muhammad Taqi.

Memasuki menit-menit akhir, intensitas serangan Indonesia perlahan berkurang seiring menurunnya stamina. Sementara permainan Malaysia tak banyak berubah, serangan yang terkesan sporadis dan tak tertata dengan baik dengan mudah dipatahkan para pemain Indonesia. Tak ada gol tercipta dari kedua tim pada babak kedua hingga wasit Muhammad Taqi meniup peluit berakhirnya pertandingan.

Kemenangan ini setidaknya memberikan kepercayaan diri Timnas Garuda dalam persiapan menghadapi Piala AFF mendatang. Selain itu, tim pelatih Indonesia bisa memperbaiki kelemahan ketahanan fisik yang paling mencolok pada laga uji coba ini.

Susunan pemain:
Indonesia: Andritany, Abdul Rachman (Abduh Lestaluhu 64′), Benny Wahyudi (Indra 84′), Fachrudin, Yanto Basna (Dedi 73′), Andik, Bayu Pradana, Evan Dimas, Zulham (Irsyad 46′), Boaz (Lerby 46′), Irfan (Ichsan 70′).

Malaysia: Khairul Fahmi, Thomas Davies, Brendan Seng (Veenod 16′), Fadhli (Shad 59′), Ronny Harun, Irfan Fazail, Baddrol, Amri Yahyah (Fakhrul Aiman 78′), Zack Haikal (Fakri 87′), Azrif, Safawi Rasid (Zaquan 59′). (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
POSKOTA.CO - BRI Cabang Kabupaten Majene mangkir dari panggilan Ombudsman Provinsi Sulawesi Barat untuk melakukan klarifikasi terkait raibnya tabungan warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar di Bank BRI Cabang Majene. "Kami sudah melakukan panggilan kepada Kepala Bank BRI Majene untuk melakukan klarifikasi atas raibnya tabungan warga di BRI Majene, namun Bank BRI Majene mangkir dari panggilan," kata Asisten Bidang Pencegahan Ombudsman Perwakilan Provinsi Sulbar, Muhammad Sukriadi Azis S,Ip di Mamuju, Jumat. Ia mengatakan, Ombudsman kembali memanggil Kepala BRI Cabang Majene sampai pada panggilan ketiga dan bila belum diindahkan panggilan yang ketiga maka akan dilakukan pemanggilan paksa dengan melibatkan aparat kepolisian. "Kami akan lakukan panggilan sesuai dengan kewenangan Ombudsman Sulbar kami harap BRI Majene bersedia menerima panggilan Ombudsman Sulbar," katanya. Menurut dia, Ombudsman Sulbar telah menerima laporan nasabah BRI Majene yang tabungannya raib di BRI Majene sebanyak Rp400 juta, raib, "Kami telah menerima laporan dari seorang warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polman, atas nama Subli Sukardi, yang mengaku uang tabungannya raib senilai Rp400 juta, di Bank BRI Cabang Majene, sehingga kita panggil BRI Majene melakukan klarifikasi," katanya. Ia mengatakan, warga itu menyampaikan jika uangnya raib diduga karena telah terjadi penggelapan dana di Bank BRI Majene. "Pelapor mengaku bahwa diduga salah seorang oknum pegawai negeri sipil di lingkup Pemkab Majene, telah bersekongkol dengan staf Bank BRI Majene, mencairkan tabungannya sehingga tabungannya raib," katanya. Menurut dia, uang tabungan pelapor telah ditarik sebanyak tiga kali direkeningnya sehingga tabungannya itu raib sejak bulan Juli tahun 2013. Ia menyampaikan bahwa atas laporan tersebut maka pihak Ombudsman Sulbar menindaklanjutinya dengan memanggil Kepala BRI Majene dan melakukan pemeriksaan terhadap staf Bank BRI dan oknum PNS yang dimaksud, namun yang dipanggil ternyata mangkir.