oleh

Di Balik Ketidaktahuan Kita, Tuhan telah Menyiapkan yang Terbaik ‎

POSKOTA.CO – Dalam kehidupan, kita sering memiliki harapan. Namun‎ di saat bersamaan, k‎einginan dan harapan hilang begitu saja. Kenapa? karena ‎pikiran negatif menguasai dalam diri kita.

Jika keadaan ini di biarkan terus menerus, ‎maka kita tidak akan mendapatkan hasil apa-apa. Kita akan kehilangan kesempatan untuk meraih keberhasilan yang maksimal. Karena seperti yang kita pikirkan, demikianlah jadinya keadaan kita.

Alkitab dalam kitab Ayub 3 : 25-26 mengatakan, Karena yang kutakutkan, itulah yang menimpa aku, dan yang kucemaskan, itulah yang mendatangi aku. Aku tdk mendapat ketenangan dan ketenteraman aku tidak mendapat istirahat, tetapi kegelisahanlah yang timbul.

Pesan dalam Kitab Ayub ini memperingatkan kita, agar kita j‎angan membiarkan kekuatiran, keraguan, ketakutan menghambat langkah kita untuk meraih apa yang kita impikan.

Alkitab menegaskan, iman dan pengharapan kita, harus terus hidup. Bagi orang-orang yang percaya akan kasih Tuhan, jangan pernah menyerah. Kenapa?, karena iman akan bekerja oleh Kasih. Galatia 5:6, hanya Iman yang bekerja oleh Kasih.
Ini sebuah penegasan!!!.

Tuhan adalah sumber pengharapan kita. Tuhan tidak akan membiarkan kita terjatuh sampai tergeletak,‎
Dia akan menuntun langkah kita menuju masa depan yang penuh harapan.

“Ingatlah dan percayalah, bahwa dibalik ketidaktahuan kita, Tuhan telah menyiapkan sesuatu yang terbaik buat kita,”demikian kata Yapy Melinton Doroh, majelis jemaat GPIB Zebaoth Bogor.

Bagi penulis, menyerahkan segala kekuatiran kepada Tuhan, adalah solusi terbaik.
Kenapa?, karena hanya kepada Tuhan, maka kita akan memperoleh damai sejahtera dalam hati kita.

Kitab 1 Petrus 5 : 7 menyatakan, serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.
Penegasan tentang kata “kuatir” ini juga bisa kita baca dalam Filipi 4 : 6-8. “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam sgala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur”.

“Karena damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal dan pikiran, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus,”demikian kata Yapy.

Sering kali kita beranggapan, kenapa rasa kuatir itu menghantui pikiran kita. Apakah kita salah dalam memaknai pesan dan janji Tuhan?. Namun sebagai anak-anak tebusan dan umat yang di kasihi, yakinlah, bahwa Tuhan tidak terlambat bekerja.

Kalau pun hasil yang kita usahakan sepertinya jauh dari harapan kita, j‎anganlah kita berkecil hati, karena‎ rancangan Tuhan berbeda dengan rancangan manusia.

“Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu,”demikian firman Tuhan melalui Kitab Yesaya 55:8-9.

Tuhan memberikan apa yang terbaik bagi kita. Bahkan bukan hanya sekedar apa yang baik saja yang sesuai dengan keinginan kita, namun lebih dari apa yang kita minta.
Asalkan kita mau dan percaya sungguh-sunghuh kepadaNya.

Kerjakanlah apa yang menjadi bagian kita kerjakan dan‎ biarlah Tuhan yang mengerjakan bagian-Nya.
Selama kita memiliki iman kepada Yesus, maka harapan itu tidak akan pernah hilang. Janji Tuhan itu pasti!!!.

Mari kita melihat kekuatan Simson, ‎kebijakan Salomo, kesabaran Ayub, ‎iman Abraham, inspirasi Daniel, ‎ketulusan Ester, ‎keberanian Daud, ‎kesalehan Henokh, kelembutan Musa, ‎ketaatan Yosua, ‎kesetiaan Ruth dan sukacita Habakuk.
Contoh-contoh kesetiaan, kesabaran, iman, ketaatan, ketulusan diatas, biarlah dapat menjadi bagian dalam kehidupan kita.

“Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat,”Kitab Ibrani 11:1 menegaskan.

Maka itu, jangan sedikitpun ragu akan janji Tuhan. Sandarkan imanmu dan harapanmu hanya pada Tuhan. Kitab Roma 15 : 13 menegaskan, semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu ber-limpah-limpah dalam pengharapan.

“Semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut patut dipuji. Pikirkanlah semuanya itu. Imani dan yakinlah, bahwa janji Tuhan adalah Ya dan Amin,”kata Yapy yang juga berprofesi sebagai seorang jurnalis sebuah media nasional. (#)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.