PENERIMAAN UU PESANTREN DI JATIM LUAR BIASA

POSKOTA.CO – Hadirnya negara lewat UU ini adalah sebagai guide lines bagi pengelolaan pesantren kata umi zahrok, anggota FPKB DPRD Jawa Timur. Sekaligus sebagai Narasumber dalam Halaqoh Kebangsaan dengan tema Sosialisasi dan Bedah UU Pesantren di Aula Ponpes Tarbiyatut Tholabah, Kranji, Paciran, Lamongan, Jatim, Senin (4/11/2019).

Undang-Undang Pesantren telah disahkan melalui Rapat Paripurna ke-10 tahun sidang 2019-2020 yang digelar di MPR/DPR, Jakarta, Selasa (24/9). Kalangan Pondok pesantren (ponpes) di Tanah Air yang selama ini sudah dikenal dengan kemandiriannya menyambut gembira UU tersebut.

Acara tersebut digelar Ikatan Keluarga Besar Alumni Ponpes Tarbiyatut Tholabah (IKBAL – TABAH) dalam rangka peringatan Haul ke-71 KH Musthofa dan Masyayikh.

Banyak tokoh bangsa ini yang lahir dari pendidikan pesantren. Karena itu, pesantren sebagai salah satu model pendidikan terbaik di negara ini, perlu mendapatkan perhatian serius oleh negara jelas umi zahrok.

“Terbitnya UU Pesantren adalah salah satu bukti hadirnya negara. Ketika payung hukumnya sudah jelas maka alokasi anggaran untuk pesantren pun jelas,” katanya.

FPKB DPRD Jawa Timur sebagai partai yg berbasis santri / pondok pesantren sangat bangga dan berterimakasih kepada para kyai, masyayih pesantren dan warga nahdliyin di berbagai daerah atas penerimaan lahirnya UU pesantren ini. Bahkan berinisiatif sendiri menggelar sosialisasi uu tentang pesantren dan dengan sungguh-sungguh mengusulkan Perda Pesantren, tambah umi zahrok.

Ketua Umum, Ikbal Tabah Moh Nurhuda mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk mensosialisasi UU No 18 Tahun 2019 tentang Pesantren yang pada September lalu disahkan oleh DPR. Sosialisasi tersebut diikuti oleh perwakilan pimpinan ponpes yang ada Lamongan dan Gresik serta alumni Tarbiyatut Tholabah.

Rais Syuriah PCNU Lamongan KH Salim Azhar AR mengatakan, setiap santri memiki minat dan bakatnya sendiri. Karena itu, tidak semua santri harus dicetak mirip dengan kiainya. Hal ini harus dipahami para kiai atau pendidik di pesantren.

“Ada yang bakat jadi politikus maka lahirlah santri yang jadi anggota DPR. Ada yang bakat jadi pemimpin, lahirlah santri yang jadi presiden atau wakil presiden. Ada yang bakat berdagang maka lahirlah santri yang jadi miliarder dari bakat dagang itu,” tutur Pengasuh Ponpes Roudlotut Thullab Lamongan itu.

Sementara itu, Sekretaris Pribadi Wapres KH Ma’ruf Amin yang juga alumni Ponpes Tabah dan juga Bendahara PCNU Lamongan, Sholahuddin, mengatakan ” untuk memacu kemandirian pesantren perlu memetakan potensinya masing-masing “. Selain bisa membantu pesantren dari segi ekonomi, juga mendidik santri agar siap berusaha setelah keluar dari pondok nanti,” tuturnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *