KALAU UNDANGAN DEMO ITU BENAR POLRI HARUS MELAKUKAN PEMBENAHAN

POSKOTA.CO – Indonesia Police Watch (IPW) masih konsen mengamati proses seleksi capim KPK yang diikuti sejumlah perwira Polri serta lagi mencermati mutasi di tubuh Polri pada September mendatang. Sehingga belum sempat melakukan survei ke Samsat SIM Daan Mogot untuk membuktikan tudingan LSM masih banyak pungli disana.

Kelompok Lingkaran Rakyat Anti Pungli (LRAP) belum lama ini menebar undangan ajakan demo ke Mabes Polri dan Samsat SIM Jl. Daan Mogot Jakbar. Dalam ajakan demo yang dikirim lewat WA, meminta agar pimpinan Polri mencopot Dirlantas dan Kasi SIM Polda Metro, karena melakukan pembiaran.

Ketua IPW, Neta yang diminta pendapatnya Selasa(14/8) malam, soal maraknya undangan demo mengaku belum tahu perkembangan tuduhan LRAP. Saat ini IPW lagi fokus mengamati proses seleksi capim KPK yang diikuti sejumlah perwira Polri serta mencermati mutasi di tubuh Polri pada September mendatang. “Kami memang lagi mencermati mutasi,belum survei ke Samsat,” tandasnya.

Meski begitu, Neta berharap kalau info dari LSM tersebut benar Polri harus melakukan pembenahan ke dalam. “Untuk menuju lebih baik, memang harus mendengar masukan dari berbagai kalangan,” tambah Neta.

Sementara itu, ajakan demo Kelompok Lingkaran Rakyat Anti Pungli (LRAP) menjadi rumpian menarik. Sebab, kelompok itu mengajak demo ke Satpas SIM Daan Mogot Jakbar dan Mabes Polri Jaksel.

Ada dua tuntutan yang dilayangkan oleh kelompok LRAP dengan Korlap Kolin. Pertama menuntut copot kepala seski SIM karena dianggap tak mampu menekan angka percaloan. Tuntutan kedua mendesak Kapolri dan Kakorlantas mengevaluasi kinerja dirlantas Polda Metro. Disini Kabagregident punya tanggung jawab pembenahan sistem

Nyatanya hari H yang ditentukan dalam undangan mereka tak muncul. Disinyalir, ketidak hadiran pendemo sudah “dijinakkan”. Artinya, layu sebelum berkembang.
Korlap ajakan demo yang menyoroti kinerja Polri khusunya korp lalulintas, Korlin yang dikonfirmasi wartawan lewat WA Selasa(13/08) hanya menjawab “ga jadi bang, aksi dibatalkan om.”

Begitu juga dua pejabat di gedung biru Polda Metro Jaya baik Dirlantas maupun Kabagregident tak berhasil dikonfirmasi karena kedua pejabat tersebut sedang menunaikan ibadah haji. “Bapak sedang ibadah haji, tak ada di ruangan,” ungkap stafnya.

Sebelumnya pada Minggu(21/7) beredar undangan berantai ajakan demo pada Senin(22/7) secara berantai lewat WA yang mengatasnamakan dari SEMMI Jakarta Raya di Satpas SIM Jl. Daan Mogot Jakbar.

Undangan yang disertai dengan nomor HP korlap viral sehari sebelumnya. Isinya, senada mereka menuntut agar dirlantas Polda Metro Jaya dan Kasi SIM dicopot dari jabatannya. Karena membiarkan pungutan liar di pelayanan masyarakat

Namun gertakan dari surat berantai tersebut cuma ajakan belaka, faktanya sejumlah wartawan yang sudah menunggu di lokasi sesuai undangan dari yang mengaku kelompok peduli masyarakat itu tak nongol.

Sebelumnya, dalam keterangannya Tito mengancam akan menindak Kapolda dan kepolisian yang tidak menjalankan operasi memberantas Pungli. “Saya minta semua Kapolda serius, karena ini perintah presiden, bukan saya,” tegas Kapolri, menyebut ada teguran I dan II bila Kapolda gagal menjalankan operasi Saber Pungli.

Tito menyebut di Mabes Polri masih banyak stok. “Masih banyak Kombes. Mereka juga ingin berprestasi,” tegas Kapolri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *