Djoko Waluyo 25/08/2015

POSKOTA.CO – Itulah kehendak Tuhan. Itulah yang Tuhan inginkan untuk kita pahami. Tak peduli apa, tak peduli berapa lama kita perlukan untuk memahami, Tuhan akan memberikan waktu, alat, informasi, dan caranya. Tuhan akan memberikan caranya. Tuhan akan membuat caranya. Tuhan akan menyediakan caranya bagi kita, sepanjang itu perlu bagi kita untuk memahami hal-hal fundamental tentang hidup kita dan hubungannya dengan alam semesta ini.

Kita memiliki waktu sampai kapan pun untuk belajar, tapi kita bisa mendapatkannya sekarang juga. Itulah yang kita dapatkan melalui metode cahaya dan suara. Kita mendapatkannya dengan segera. Jika tidak, kita bisa menunggu dan menunggu, dan menunggu melalui kesalahan, melalui kesengsaraan, melalui kesedihan, dan melalui kebahagiaan sementara sampai harinya kita belajar.

Maha Guru Mr. Ching Hai
Maha Guru Mr. Ching Hai

Jadi, itulah sebabnya Tuhan mengirimkan seseorang, utusan, untuk mengingatkan kita bahwa kita bisa mendapatkannya dengan cepat dan segera; sebagaimana sejak masa silam senantiasa demikianlah adanya. Lebih baik jika kalian tidak menunggu, kalian sudah mendapatkannya. Tapi, beritahukanlah teman-teman kalian, jika mereka ingin menunggu selamanya, oke saja bagi Tuhan. (Gelak tawa) Tuhan memiliki banyak kesabaran, maha sabar!

Dengan hubungan dan meditasi batin ini, kita akan segera menemukan bahwa segala sesuatu diatur, segala sesuatu oke di kolong langit. Tuhan mengurus setiap detail kecil kehidupan setiap makhluk. Itulah sebabnya kita bahagia. Itu sebabnya kita merasa puas. Itu sebabnya semua kesedihan dan kesengsaraan di dunia ini tidak mempengaruhi kita karena kita mengetahui Kebenaran, satu-satunya Kebenaran, Kebenaran yang kokoh – bahwa Tuhan mengurus segalanya.

Jadi, saya pikir kita harus berterima kasih kepada Tuhan setiap saat karena Tuhan memberi kita kesempatan untuk belajar dengan cara tercepat, untuk memahami Kebenaran yang menghapuskan semua kesengsaraan kita; karena Kebenaran sungguh membebaskan kita. Satu-satunya hal yang membebaskan kita adalah Kebenaran. Jika kita tidak mengetahui itu, kita selalu khawatir. Kita selalu merasa buruk: Mengapa ada kesengsaraan?

Mengapa ada orang mengalami masalah? Mengapa ada bencana? Kemudian, karena kita tidak tahu, kita selalu khawatir dan kita berusaha mengurus setiap hal kecil. Tapi, kita tak pernah bisa mengurus dengan cukup, karena segala sesuatu berjalan sesuai dengan rencana universal dan kita hanyalah sebuah partikel kecil kosmos.

Kita selalu khawatir seakan-akan kita adalah Tuhan. Kita berusaha mengatur perdamaian dunia. Kita berusaha melakukan segalanya dalam hidup kita demi mencapai apa yang menurut kita seharusnya. Lalu kita lupa, hanya kehendak Tuhan yang akan terlaksana, bukan kehendak kita, karena kita tidak tahu apa-apa.

Hanya jika kita bermeditasi pada Tuhan – berhubungan langsung dengan Tuhan melalui cahaya dan suara, maka kita tahu. Kita tahu segala sesuatu bahkan tanpa belajar dari siapa pun, tanpa membaca buku, tanpa membaca koran. Kita memahami secara mendalam dan senantiasa. Kita tahu segala sesuatu jika kita bermeditasi secara teratur dan rajin.

Tak ada apa pun yang saya butuhkan untuk mengajari kalian, tak ada apa pun yang orang butuhkan untuk mengajari kalian, karena kalian adalah guru bagi diri kalian sendiri. Setiap orang memiliki Tuhan dalam batin mereka dan setiap orang tahu itu.

Jadi, semakin kita kembali ke dalam kebijaksanaan dan kekuatan guru dalam diri kita sendiri, semakin kita tahu. Itu adalah cara mengajar yang sangat alami. Bukan mengajar dengan bahasa lisan. Itu adalah pengajaran dari dalam batin. Sangat simpel. Kita merasa sedih karena orang duniawi tidak tahu.

Sangat simpel seperti udara yang kita hidup; sangat simpel seperti air yang kita minum. Kebenaran dan jalan menuju Kebenaran sangat simpel, tapi orang duniawi, mereka terbiasa dengan hal-hal rumit. Mereka terbiasa dengan hal-hal yang mahal dan sulit diperoleh. Jadi, jika ada sesuatu yang ditawarkan begitu simpel, cepat, dan tanpa syarat, mereka tidak memahami.

Kalian melihat bagaimana orang bekerja di dunia ini. Mereka bekerja delapan jam, sepuluh jam, lima belas jam, delapan belas jam. Untuk apa? Hanya untuk memiliki atap di atas kepala mereka, hanya untuk bisa makan dua atau tiga kali sehari, memiliki beberapa baju untuk dipakai, dan mungkin sebuah kendaraan untuk pergi ke mana-mana untuk bekerja. Dan mereka bekerja sangat keras demi kebutuhan hidup yang sangat mendasar dan minimum ini. Orang-orang terbiasa dengan kesukaran. Itu sebabnya mereka tak bisa percaya terhadap apa pun yang cuma-cuma, yang simpel, yang sangat langsung dan tanpa syarat.

Karenanya itulah tugas kita, jika kita ingin mengemban tugas ini, untuk mengingatkan orang-orang dan berusaha sebaik-baiknya dengan semua kasih yang kita terima dari Tuhan demi membuat orang-orang menyadari bahwa hal-hal terbaik selalu simpel dan selalu tanpa syarat.

Kita membuktikannya dengan standar hidup kita, dengan kualitas moral kita, dengan kasih kita yang dapat dilihat semua orang. Kita harus menunjukkan kasih Tuhan melalui cara hidup kita, melalui perilaku kita, melalui bakti dan kasih kita kepada Tuhan, melalui bakti kita, kasih kita kepada seluruh umat manusia. Begitulah cara kita mengajar, bukan dengan bahasa lisan, tapi dengan teladan.

Sumber: http://www.godsdirectcontact.org.tw/eng/news/54/h-1.htm

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*