harmono 15/10/2016

HARIANTERBIT.CO – Kalsium penting untuk kesehatan tulang, dan kita sering mendapatkannya dari produk makanan seperti susu atau keju. Bagi mereka yang kekurangan kalsium, bisa berisiko terkena pengeroposan tulang atau osteoporosis.

Untuk mengatasi hal tersebut, disarankan agar perbanyak mengonsumsi produk susu atau suplemen kalsium. Namun harap hati-hati jangan berlebihan, karena analisis studi terbaru menemukan overdosis suplemen kalsium malah dapat merusak jantung.

Dalam sebuah laporan yang dipublikasi di Journal of the American Heart Association menerangkan, analisis 10 tahun dari 2.700 pasien menunjukkan ada kaitan antara konsumsi suplemen kalsium dengan aterosklerosis (penumpukan plak di arteri).

Salah seorang peneliti dari Johns Hopkins University School of Medicine dr Erin Michos mengatakan, studi menambah bukti bahwa orang-orang tetap harus berkonsultasi ketika mengonsumsi suplemen. Hal ini berlaku untuk suplemen yang diketahui bisa memiliki efek samping.

“Ketika menggunakan suplemen vitamin atau mineral, terutama kalsium untuk kesehatan tulang, banyak di antara kita percaya bahwa semakin banyak berarti semakin baik. Tapi studi kami menambahkan bukti bahwa kalsium berlebih dalam suplemen dapat merusak jantung dan sistem kardiovaskular,” jelas dr Erin dilansir dari siaran pers EurekAlert, Sabtu (15/10).

Orang-orang yang mengonsumsi kalsium lebih tinggi dari 1.400 miligram per hari dari suplemen ditemukan dalam studi memiliki risiko 22 persen lebih tinggi aterosklerosis dibandingkan populasi umum. Menariknya bila kalsium diperoleh dari makanan, risikonya justru turun jadi 27 persen lebih rendah.

“Jelas ada suatu perbedaan di sini terkait bagaimana tubuh merespons kalsium dari suplemen versus dari makanan. Mungkin saja karena suplemen mengandung garam kalsium, atau mungkin juga karena tubuh tak bisa mengelola dosis besar sekaligus,” komentar ahli nutrisi Profesor John Anderson dari University of North Carolina. (*)

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*

BREAKING NEWS :