SPIRIT HOEGENG IMAN SANTOSO


Oleh: Brigjen Pol Dr Chryshnanda Dwilaksana MSi

POLISI sebagai kumpulan orang baik yang bertugas, menjaga kehidupan, membangun peradaban dan pejuang kemanusiaan. Awal konsep ini saya lontarkan banyak yang mencibir bahkan seolah tak percaya bahkan ada petinggi polri yang mendebat saya bahwa apa dasarnya? Salah seorang ketua sebuah LSM mengatakan kalau polisi sebagai pejuang kemanusiaan itu belum bisa karena kenyataannya masih banyak yang tidak sesuai bahkan mengecewakan katanya.

Saya diam saja, saya renung-renungkan mengapa sulit sekali mengajukan motto atau ikon yang dapat untuk mengerem penyimpangan-penyimpangan polisi dan tentu juga untuk menyadarkan peran dan fungsi polisi yang sebagaimana seharusnya. Padahal yo ra mateni lho yo ora ngrugekne kok yo angel, jare pingin polisi apik tapi diwenehi coro gawe apik malah ngelek elek. Duh… Gusti nyumwun pngapunten ndalem mbok bilih ingkang kenthir-kenthir meniko dipun paringi kasarasan, menawi mboten saged saras kerso o panjenengan pundhut ke mawon tinimbang ngriwuh- ngriwuhi….

Tatkala itu kuingat Hoegeng Iman Santoso, sosok polisi yang layak dijadikan ikon walaupun belum banyak polisi yang tahu apalagi bangga padanya. Hoegeng memang bukan dewa tetapi setidaknya yang dia lakukan setidaknya mempunyai spirit:

  1. Sadar, bangga dan bertanggung jawab sebagai polisi.
  2. Tulus hati dan bukan safety player.
  3. Sederhana dan tidak materialistis.
  4. Memahami dan memaknai hidup sebagai bagian dari kehidupan orang lain jadi ada tenggang rasa.
  5. Mencintai lingkungan dan satwa-satwanya.
  6. Patuh dan taat aturan.
  7. Menyeimbangkan antara kerja polisi dengan seni dan berbudaya.
  8. Tegas namun humanis.
  9. Berani menolak suap yang diberikan dari para pelaku kejahatan.
  10. Memilih berhenti daripada menghianati hati nuraninya.

Menjadi polisi memang perlu kesadaran, tanggung jawab dan kebanggaan, tanpa spirit apa yang telah Hoegeng tunjukkan dan tanpa nyali yang kuat dapat dipastikan akan dilibas situasi, hanyut dalam gelombang korupsi dan arus KKN, yang hilang sudah jati diri dan harga diri walau semua didalihkan karena sesuap nasi.

Pada saat Polri mengalami krisis yang kompleks, setidaknya spirit Hoegeng dapat menjadi suatu energi baru dan kesegaran dalam kekeringan dan kehausan akan ikon-ikon yang patut dibanggakan dan diunggulkan. (Penulis adalah Dirkamsel Korlantas Polri)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *