harmono 12/11/2016

POSKOTA.CO – Disuatu padepokan di Tiongkok, pernah hidup seorang guru yang sangat dihormati karena tegas & jujur. Suatu hari, 2 muridnya menghadap Guru. Mereka bertengkar hebat & nyaris beradu fisik. Keduanya berdebat tentang hasil hitungan 3 x 7.

Murid pandai mengatakan hasilnya 21.
Murid bodoh bersikukuh hasilnya 27.

Murid bodoh menantang murid pandai untuk meminta Guru sebagai jurinya untuk mengetahui siapa yang benar diantara mereka.

Sibodoh mengatakan : “Jika saya yang benar 3 x 7= 27, maka engkau harus mau dicambuk 10 kali oleh Guru. Tetapi kalau kamu yang benar (3 x 7 = 21), maka saya bersedia untuk memenggal kepala saya sendiri. Haaaaaa…hhaa..” Demikian si bodoh menantang dengan sangat yakin akan pendapatnya.

“Katakan Guru, mana yang benar?” Tanya murid bodoh.
Ternyata Guru memvonis cambuk 10x bagi murid yang pandai (orang yang menjawab 21).

Si murid pandai protes. Sang Guru menjawab, “Hukuman ini bukan untuk hasil hitunganmu, tapi untuk KETIDAK ARIFAN mu yang mau-maunya berdebat dengan orang bodoh yang tidak tahu kalo 3×7 adalah 21.”
Guru melanjutkan : “lebih baik melihatmu dicambuk dan menjadi ARIF dari pada Guru harus melihat 1 nyawa terbuang sia-sia”.

ilustrasi
ilustrasi

Pesan Moral :
Jika kita sibuk memperdebatkan sesuatu yang tidak berguna, berarti kita juga sama salahnya atau bahkan lebih salah dari pada orang yang memulai perdebatan, sebab dengan sadar kita membuang waktu & energi untuk hal yang tidak perlu… 🌿🌹

Bukankah kita sering mengalaminya..?
Bisa terjadi dengan pasangan hidup, tetangga/kolega.
Berdebat/bertengkar untuk hal yang tidak ada gunanya, hanya akan menguras energi percuma.

Ada saatnya kita diam, untuk menghindari perdebatan/pertengkaran sia-sia.
Diam bukan berarti kalah, bukan?
Memang bukan hal yang mudah, tetapi jangan sekali-kali berdebat dengan orang bodoh yang tidak menguasai permasalahan…

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*

BREAKING NEWS :