JANGAN LUPAKAN LANGIT – Poskota.co

JANGAN LUPAKAN LANGIT

02 nurPOSKOTA.CO – “Aku bekerja di bumi, makan di bumi, dan dikuburkan di bumi. Buat apa memikirkan langit?” kata seorang pengusaha sukses.

Rupanya pengusaha itu lupa bahwa hujan turun dari langit, cahaya matahari juga dari langit, sinar rembulan juga begitu. Perlu kita sadari langit dan bumi adalah sahabat akrab saling setia.

Memang, kita tak akan pernah melihat indahnya pelangi, jika hanya melihat tanah yang kau injak tanpa pernah melihat ke arah langit, kata orang bijak.

Ini maknanya kita tak akan pernah merasakan indahnya hidup kalau hanya selalu sibuk dengan urusan dunia dengan cara melupakan urusan langit.

Urusan hidup kini di dunia tak dipungkiri memanglah penting, namun urusan hidup di akhirat kelak bersifat abadi, jauh lebih penting.

“Andaikan semua hari adalah siang dan tak ada malam yang bisa digunakan munajat kepada Allah dengan rasa hati yang syahdu, sungguh aku lebih baik mati saja.

” Kata-kata ini sesungguhnya ungkapan betapa “naik ke atas langit” menjumpai Allah adalah suatu kenikmatan, keindahan dan kebahagiaan yang tidak banyak diketahui oleh mereka yang kerjanya mendekap bumi seperti sang pengusaha tadi.

Sahabat dan saudaraku, jangan lupakan langit. Jangan hanya sibuk mempernyaman langit-langit mulut tanpa sama sekali bekerja untuk langit-langit kehidupan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_3182" align="alignnone" width="300"] ilustrasi[/caption] POSKOTA.CO- Hukuman mati yang disandang Silvester Obiekwe alias Mustofa,50, Warga Negara Nigeria tidak membuatnya sadar. Justru Silvester Obiekwe alias Mustofa kembali menjalankan bisnis haramnya. Ulah si hitam itu akhirnya dibongkar aparat Badan Narkotika Nasional (BNN), dari dalam Lembaga Pemasyarakatan(Lapas) Pasir Putih, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Aksi Obiekwe dibantu oleh teman satu selnya bernama Andi,32.” Dia mengendalikan bisnis narkobanya dari balik jeruji besi. Meski sudah divonis mati tidak membuatnya jera,” kata Kepala BNN Komjen Anang Iskandar, Jumat(30/1). Anang menjelaskan, kasus tersebut terungkap setelah petugas BNN menerima inpormasi intelijen, yang menyebutkan bisnis narkoba asal Goangzu, Tiongkok dikendalikan oleh Silvester Obiekwe alias Mustofa, yang mendekam di Lapas Nusakambangan. Berkat informasi itu, kata Anang, petugas melakukan penyelidikan dan menangkap tersangka Dewi disebuah parkiran hotel Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada pukul 22.30 WIB. Dari tangan Dewi petugas menyita barang bukti berupa 1.794 gran shabu. "Kami lakukan pengembangan ke kontrakan di kawasan Kemayoran dan kembali menemukan barang bukti sabu 5.828 gram. Disembunyikan di dalam kardus. Sabu tersebut dikemas dalam 56 pastik berukuran sedang. Jadi total sabunya 7.622 gram," ungkap mantan Deputy Pencegahaan BNN ini. (sapuji)