DIMANA KITA BERADA CIPTAKAN KAMPUNG SPIRITUAL – bag- sembilan – Poskota.co
Wednesday, September 20

DIMANA KITA BERADA CIPTAKAN KAMPUNG SPIRITUAL – bag- sembilan

20CINGHAIPOSKOTA.CO – Mereka mungkin takkan mengatakan apa-apa dan kemudian selagi saya memandu kalian saat berwisata, saya bisa bla bla hal-hal spiritual. Ya, ayo kita ganti pekerjaan kita, itu bagus! (Tepuk tangan) Yah, perbedaannya adalah nama.

Karena kalian memanggil saya “Guru (Master)”, kalian mendatangkan masalah bagi saya. Dan ketika kalian memanggil saya “Maha Guru (Supreme Master), kalian mendatangkan lebih banyak masalah, mendatangkan masalah maha besar bagi saya. (Guru dan hadirin tertawa).

Jika kalian hanya memanggil saya sebagai pemandu wisata, siapa yang peduli? Saya juga merupakan pemandu wisata, saya adalah pemandu wisata rohani. Saya akan memandu kalian kembali ke surga, bagaimana? Gratis! (Tepuk tangan)

Bukannya ada suatu tempat yang disebut surga, tapi kita harus ingat bahwa surga ada di dalam diri kita dan saya hanya mengingatkan kalian. Saya punya cara untuk melakukannya dan karena saya mengingatkan kalian, kalian telah menemukan surga kalian sendiri. Jadi, itulah hal yang sebenarnya.

Itu adalah tempat yang indah, jadi ketika saya mendengar ada orang yang
ingin menghancurkannya, tapi untuk suatu alasan… karena kadang mereka
salah paham, mereka pikir putri mereka ada bersama kami, tapi tidak
demikian.

Siapa saja yang tinggal di Center Miaoli harus memiliki izin tertulis dari orangtua mereka, ditandatangani dan bermeterai, kemudian kami menerima mereka. Ya, kalian tahu itu.

Kami tidak melakukan apa pun yang menentang para orangtua, tapi beberapa dari mereka tetap tak dapat memahami. Saya juga memahami sudut pandang mereka, masalah mereka.

Ketika putri mereka minggat ke suatu tempat dan mereka pikir mungkin dia
memiliki hubungan dengan kami – karena semua teman sudah berada di sana,
mungkin putri mereka juga telah bergabung dengan teman-teman mereka; dan
dalam keadaan sedih dan cemas.

Tentu saja mereka akan mengatakan apa pun dan mereka akan melakukan apa pun untuk melepaskan kemarahan mereka. Maka, mereka menumpahkannya kepada kami.

Kami tak pernah mengatakan apa pun karena kami memahami hati orangtua
yang sedang mengalami kesusahan. Tapi, mereka menemukan tempat yang
salah, itu saja; dan banyak kerusakan kadang terjadi karena kesalahpahaman masyarakat umum.

Tapi, itu terjadi pada setiap guru spiritual, setiap kelompok spiritual, bahkan orang terkenal manapun, meski dia adalah orang baik. Pertama, orang-orang membangun mereka hingga ke puncak kemuliaan dan kehormatan mereka, dan kemudian mulai menarik mereka ke bawah.

Itu adalah fenomena yang sangat biasa di dunia ini. Saya tidak mengharapkan kesuksesan seratus persen di dunia ini, meski saya tahu Tuhan dapat melakukan apa pun. Biarkan saja.
(bersambung)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
POSKOTA.CO - BRI Cabang Kabupaten Majene mangkir dari panggilan Ombudsman Provinsi Sulawesi Barat untuk melakukan klarifikasi terkait raibnya tabungan warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar di Bank BRI Cabang Majene. "Kami sudah melakukan panggilan kepada Kepala Bank BRI Majene untuk melakukan klarifikasi atas raibnya tabungan warga di BRI Majene, namun Bank BRI Majene mangkir dari panggilan," kata Asisten Bidang Pencegahan Ombudsman Perwakilan Provinsi Sulbar, Muhammad Sukriadi Azis S,Ip di Mamuju, Jumat. Ia mengatakan, Ombudsman kembali memanggil Kepala BRI Cabang Majene sampai pada panggilan ketiga dan bila belum diindahkan panggilan yang ketiga maka akan dilakukan pemanggilan paksa dengan melibatkan aparat kepolisian. "Kami akan lakukan panggilan sesuai dengan kewenangan Ombudsman Sulbar kami harap BRI Majene bersedia menerima panggilan Ombudsman Sulbar," katanya. Menurut dia, Ombudsman Sulbar telah menerima laporan nasabah BRI Majene yang tabungannya raib di BRI Majene sebanyak Rp400 juta, raib, "Kami telah menerima laporan dari seorang warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polman, atas nama Subli Sukardi, yang mengaku uang tabungannya raib senilai Rp400 juta, di Bank BRI Cabang Majene, sehingga kita panggil BRI Majene melakukan klarifikasi," katanya. Ia mengatakan, warga itu menyampaikan jika uangnya raib diduga karena telah terjadi penggelapan dana di Bank BRI Majene. "Pelapor mengaku bahwa diduga salah seorang oknum pegawai negeri sipil di lingkup Pemkab Majene, telah bersekongkol dengan staf Bank BRI Majene, mencairkan tabungannya sehingga tabungannya raib," katanya. Menurut dia, uang tabungan pelapor telah ditarik sebanyak tiga kali direkeningnya sehingga tabungannya itu raib sejak bulan Juli tahun 2013. Ia menyampaikan bahwa atas laporan tersebut maka pihak Ombudsman Sulbar menindaklanjutinya dengan memanggil Kepala BRI Majene dan melakukan pemeriksaan terhadap staf Bank BRI dan oknum PNS yang dimaksud, namun yang dipanggil ternyata mangkir.