DIMANA KITA BERADA CIPTAKAN KAMPUNG SPIRITUAL – bag- pertama – Poskota.co

DIMANA KITA BERADA CIPTAKAN KAMPUNG SPIRITUAL – bag- pertama

CHPOSKOTA.CO – O ya, sangat menyenangkan jika memiliki sebuah kampung. Saya selalu bermimpi seperti semua orang lain. Kita semua bermimpi memiliki semacam kampung spiritual di mana kita dapat tinggal bersama dan semua orang
bekerja bersama-sama dan semua itu akan menyenangkan! Tapi, saya tidak
tahu apakah gagasan semacam ini sungguh dapat diterima untuk planet
semacam ini.

Sepertinya sulit. Sudah ada banyak kelompok berbeda yang juga telah mencobanya. Ada yang berhasil untuk beberapa waktu, tapi bukan tanpa melalui banyak kesulitan; dan itu juga tergantung pada tempat kalian berada.

Jika kalian berada di India mungkin lebih aman karena orang India dan
negara itu, umumnya, lebih terbiasa dengan kelompok-kelompok spiritual
dan segala macam sistem dan kepercayaan spiritual; dan tak ada yang
peduli.

Umat Buddhis pergi ke kuil Hindu, umat Hindu pergi ke Buddha Gaya dan menyembah kepada Sang Buddha, dan umat Islam pergi bersama-sama
umat Sikh, apa saja. Sekali-sekali kalian mendengar ada tindakan
kekerasan, tapi itu hanya kelompok fanatik yang kecil.

RELIGIUS

Jika tidak, atmosfer religius di India sangat, sangat harmonis dibandingkan dengan tempat-tempat lain. Jadi, jika ada kelompok spiritual yang besar dapat bertahan, kebanyakan berada di India atau Tibet; tapi sekarang di Tibet tidak lagi.

Jika tiba-tiba ada aliran besar energi positif terkonsentrasi di suatu
tempat maka kalian segera menarik energi negatif yang bahkan lebih besar
karena dunia ini adalah dunia energi negatif. Bukan karena dunia ini
negatif.

Itu karena penghuni planet ini sangat terbiasa dengan atmosfer
negatif dan mereka menghasilkannya melalui pikiran, tindakan, harapan,
pencucian otak, adat istiadat, atau kebiasaan kita; mereka menghasilkan
semacam perasaan negatif, atmosfer negatif di sekeliling mereka; dan
mereka mengharapkan semuanya secara negatif.

Mereka berkata “dalam Tuhan, kami percaya”, tapi mereka tak pernah percaya bahwa Tuhan dapat membuat banyak sekali mukjizat. Mereka tak pernah berani meminta apa pun karena mereka berpikir bahwa jika mereka meminta, mereka toh takkan mendapatkannya. Jadi hanya, “Oke, aku berdoa kepada-Mu, tapi aku tahu
Engkau takkan memberikannya, jadi okelah, terserah.” Iman mereka tidak
cukup kuat untuk mengubah atmosfer planet ini menjadi energi positif.

KEKUATAN

Karena itu, energi positif sekecil apa pun yang bisa kita ciptakan atau
yang bisa kelompok spiritual sejati manapun ciptakan kadang menarik
lebih banyak rintangan negatif. Bukannya “yang serupa saling menarik”
seperti yang orang katakan, tapi “yang berlawanan saling menarik”.
Seharusnya.

Jika tidak, dunia ini tidak seimbang seperti adanya. Jika tidak, dunia ini takkan disebut planet Bumi, tapi mungkin akan dinamai Planet X5077, yang seperti itu, atau Kediaman Surgawi atau Planet yang Lebih Beradab.

Cepat atau lambat, setiap planet, planet manapun akan berevolusi sejalan
dengan waktu dan pemahaman spiritual ini. Tapi, jika kita berevolusi
dari segi materi dan tidak diimbangi dengan kekuatan spiritual, maka
dunia atau planet ini, atau planet manapun, akan dihancurkan pada
waktunya.

Dan itulah yang mereka sebut “akhir dunia”. Tidak semata-mata dunia ini, dunia manapun yang diciptakan dan jika menjadi tidak seimbang, lebih maju dalam hal materi dibandingkan dengan perkembangan spiritual, maka bencana-bencana terjadi; planet manapun setelah beberapa waktu.

Misalnya, sebuah planet baru saja terbentuk dan ia melalui evolusi dari
manusia gua menjadi manusia beradab, dst., ia berkembang sampai suatu
hari mereka menemukan energi atom, energi elektronik. Maka, masalah
dimulai.

ENERGI

Pada waktu itu, jika penduduk dunia menemukan energi yang sangat tinggi, unsur yang sangat maju seperti atom, dan jika mereka tidak memiliki cukup pemahaman spiritual untuk mengendalikan pengetahuan fisika mereka, maka masalah dimulai.

Kemudian mereka akan menggunakannya untuk hal-hal buruk atau kecelakaan dapat terjadi karena tidak cukup kecerdasan untuk menangani unsur yang berbahaya namun akan berguna ini.

Jadi, di dunia ini, seperti kalian bisa lihat, tidak ada terlalu banyak
praktisi rohani dibandingkan dengan praktisi non-rohani. Maksud saya,
ada orang yang mengatakan bahwa mereka penganut agama Kristen atau
Buddha, atau mungkin agama lain, tapi mereka belum tentu mempraktikkan
ajaran agama yang sejati, yang seharusnya diberikan kepada mereka. Jika
kalian melihat sekeliling kalian, kalian akan menemukan banyak contoh.

Dalam hal ini, jika kita berkumpul bersama di suatu tempat untuk waktu
lama dan energinya terus bertambah, maka tentu saja sesuatu dapat
terjadi karena kekuatan negatif lebih banyak daripada kekuatan positif
pada saat ini.

Meski kita berkembang, berkembang, berkembang, dan telah memberikan banyak manfaat bagi dunia, tapi tetap saja kadang dengan mengorbankan diri kita karena banyak orang tidak memahami hal-hal yang tidak dapat dibuktikan dengan wujud fisik. Tapi, saya beritahu kalian, meski kita berlatih spiritual, sisi materi juga akan terpenuhi jika kalian memiliki iman.
(bersambung)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_2898" align="alignnone" width="300"] Anang Iskandar[/caption] POSKOTA.CO- Kepala Badan Narkotika Nasional(BNN) Komjen Anang Iskandar mendesak kepada Jaksa Agung Prasetyo untuk segera mengeksekusi terpida mati kasus narkoba. Salah satunya adalah terpidana mati yang kembali mengendalikan bisnis narkoba Warga Negara Nigeria, Silvester Obiek. "Iya, ingin (Silvester) segera dieksekusi mati? Saya laporkan tadi ke Pak Jaksa Agung," kata Anang kepada wartawan di Kejagung, Senin(2/2). Anang berharap, eksekusi mati yang dijalankan pihak kejaksaan, diharapkan tidak terlalu lama waktunya dari eksekusi mati pertama. "Kami ingin efek jera bagi mereka, eksekusi hukuman mati perlu tapi jangan sekali dan jedanya jangan terlalu panjang. Semoga gelombang kedua nggak tahun depan. Kami ingin penegak hukum punya integritas yang tinggi," ujar mantan Kapolda Jambi ini. Sementara itu, Jaksa Agung M Prasetyo mengaku, pihaknya masih menunggu grasi yang diajukan Silvester Obiek ke Presiden Joko Widodo(Jokowi). "Yang bersangkutan (Silvester) ajukan grasi, nanti kita cek lagi,‎" kata Prasetyo. Sebelumnya, petugas BNN mencokok seorang kurir shabu bernama Dewi disebuah parkiran hotel Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada pukul 22.30 WIB.Dari tangan Dewi petugas menyita barang bukti 1.794 gram shabu. Kepada penyidik, Dewi mengaku, dirinya disuruh Andi teman satu sel Silvester Obiek, untuk mengirimkan shabu tersebut kepada seseorang berinsial E yang masih buron. Belakangan diketahui, bisnis narkoba tersebut dikendalikan oleh Silvester Obiek yang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan(LP) Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, dan sudah beberapa kali tersangkut kasus narkoba dan divonis hukuman mati.(sapuji)