BERAGAMA, JANGAN MERASA BENAR SENDIRI – Poskota.co
Saturday, September 23

BERAGAMA, JANGAN MERASA BENAR SENDIRI

POSKOTA.CO – Toleransi adalah membiarkan orang lain berpendapat lain, melakukan hal yang tidak sependapat dengan kita, tanpa kita ganggu ataupun intimidasi. Indonesia secara tipikal merupakan masyarakat yang plural, terutama pluralitas yang bercorak primordial, pluralitas yang disebabkan adanya perbedaan karena unsur bawaan, termasuk agama.

Secara historis, tuduhan bahwa agama ikut andil dalam memicu konflik dan sebagai sumber konflik antar umat beragama memang sulit dibantah. Umat beragama seringkali bersikap memonopoli kebenaran ajaran agamanya.

Umat beragama seringkali bersikap konservatif, merasa benar sendiri (dogmatis)

Dalam masyarakat Indonesia yang multi ras, budaya, dan agama, toleransi itu dapat diterapkan sebagai berikut:
1. Memahami perbedaan keyakinan di antara kita sebagai bangsa yang majemuk.
2. Tidak mengukur kepercayaan orang lain dengan keyakinan sendiri.
3. Tidak mudah tersinggung dalam pergaulan hidup.
4. Mampu menata hati dan pikiran untuk tidak iri hati, tidak membenci, dan tidak memaki-maki keyakinan orang lain.
5. Tidak mencurigai kegiatan ritual orang lain yang tidak sama dengan keyakinan kita.

Sebagai umat beragama, kita sudah seharusnya memiliki sikap toleransi agar bisa memaklumi kegiatan atau kebiasaan serta ibadah orang lain yang memang tidak sama dengan kita, agar bisa memahami bahwa keyakinan dan ibadah dengan cara apapun adalah hak masing-masing.

Hilangkanlah kecurigaan, kembangkan cinta kasih dan kasih sayang antara sesama sesuai ajaran masing-masing. Kembangkan rasa saling menghormati sesama walaupun berbeda tata cara ibadahnya.

Hilangkanlah rasa mudah tersinggung, jangan membenci dengan alasan apapun terhadap sesama. Kembangkan solidaritas di antara kita sebagai umat beragama di Indonesia. – T. Harmanto/oko

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_2898" align="alignnone" width="300"] Anang Iskandar[/caption] POSKOTA.CO- Kepala Badan Narkotika Nasional(BNN) Komjen Anang Iskandar mendesak kepada Jaksa Agung Prasetyo untuk segera mengeksekusi terpida mati kasus narkoba. Salah satunya adalah terpidana mati yang kembali mengendalikan bisnis narkoba Warga Negara Nigeria, Silvester Obiek. "Iya, ingin (Silvester) segera dieksekusi mati? Saya laporkan tadi ke Pak Jaksa Agung," kata Anang kepada wartawan di Kejagung, Senin(2/2). Anang berharap, eksekusi mati yang dijalankan pihak kejaksaan, diharapkan tidak terlalu lama waktunya dari eksekusi mati pertama. "Kami ingin efek jera bagi mereka, eksekusi hukuman mati perlu tapi jangan sekali dan jedanya jangan terlalu panjang. Semoga gelombang kedua nggak tahun depan. Kami ingin penegak hukum punya integritas yang tinggi," ujar mantan Kapolda Jambi ini. Sementara itu, Jaksa Agung M Prasetyo mengaku, pihaknya masih menunggu grasi yang diajukan Silvester Obiek ke Presiden Joko Widodo(Jokowi). "Yang bersangkutan (Silvester) ajukan grasi, nanti kita cek lagi,‎" kata Prasetyo. Sebelumnya, petugas BNN mencokok seorang kurir shabu bernama Dewi disebuah parkiran hotel Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada pukul 22.30 WIB.Dari tangan Dewi petugas menyita barang bukti 1.794 gram shabu. Kepada penyidik, Dewi mengaku, dirinya disuruh Andi teman satu sel Silvester Obiek, untuk mengirimkan shabu tersebut kepada seseorang berinsial E yang masih buron. Belakangan diketahui, bisnis narkoba tersebut dikendalikan oleh Silvester Obiek yang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan(LP) Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, dan sudah beberapa kali tersangkut kasus narkoba dan divonis hukuman mati.(sapuji)