AS’AD SAID ALI: RADIKALISME DIPENGARUHI POLITIK GLOBAL – Poskota.co

AS’AD SAID ALI: RADIKALISME DIPENGARUHI POLITIK GLOBAL

KH Dr (He) As'ad Said Ali (kanan) dan Ketua Umum Kamnas Maksum Zuber saat menghadiri seminar nasional yang bertema "Perkembangan Terorisme dan Kontra Terorisme di Indonesia", Rabu (10/5).
KH Dr (He) As’ad Said Ali (kanan) dan Ketua Umum Kamnas Maksum Zuber saat menghadiri seminar nasional yang bertema “Perkembangan Terorisme dan Kontra Terorisme di Indonesia”, Rabu (10/5).

POSKOTA.CO – Dikatakan As’ad Ali dalam seminar nasional bertema “Perkembangan Terorisme dan Kontra Terorisme di Indonesia” bahwa radikalisme di sini adalah setiap upaya untuk melakukan perubahan radikal terhadap ideologi dan bentuk negara, baik perubahan pemikiran secara kolektif maupun perubahan melalui tindakan kekerasan senjata, kata As’ad Ali yang pernah menjabat wakil kepala Badan Intelijen Negara (waka BIN) selama sembian tahun.

Seminar nasional pada Rabu (10/5) ini dilaksanakan dalam rangka “Commencement National Security Studies Program” yang diselenggarakan oleh Pusat Kajian Keamanan Nasional (Puskamnas) Universitas Bhayangkara Jakarta Raya.

Ditambahkan As’ad, pasang surut radikalisme dipengaruhi oleh pertarungan politik global khususnya perkembangan situasi di Irak, Suriah dan Yaman selama ini menjadi destinasi kaum radikal Indonesia. Selain itu juga, radikalisme dipengaruhi faktor internal seperti ekonomi, sosial dan politik.

KH Dr As’ad Said Ali wakil ketua umum PBNU 2010-2015 menambahkan, bahwa secara tidak disadari sistem politik yang memberikan kebebasan luas telah dimanfaatkan oleh kekuatan “a demokrasi” untuk membangun kesadaran kolektif melawan ideologi Pancasila.

As’ad Ali menambahkan, dewasa ini terdapat dua kelompok yang digolongkan ke dalam radikalisme; pertama, radikalisme dalam bentuk wacana atau pemikiran kolektif. Kedua, radikalisme dalam bentuk ideologi dan sekaligus diikuti aksi kekerasan atau yang dikenal dengan kelompok teroris.

Ketua Umum Rumah Kamnas Maksum Zuber menambahkan, dalam waktu dekat, tepatnya pada 20 mei 2027, Rumah Kamnas sebagai wadah perkumpulan alumni Sekolah Kamnas akan melaksanakan “Pelatihan Kader Keamanan” di Kabupaten Bekasi.

Rumah Kamnas akan mencetak kader keamanan di beberapa daerah di Indonesia. Tahap awal akan diutamakan daerah-daerah penyangga Ibu Kota yakni, Bekasi, Depok, Bogor dan Tangerang.

Kegiatan Pelatihan Kader Keamanan dimaksudkan agar masyarakat peduli lingkungan yang aman, meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap polmas, siskamling, dan yang terpenting masyarakat dapat melakukan deteksi dini terhadap kejahatan di lingkungan masing-masing.

Kegiatan pelatihan kader keamanan rencanya akan diikuti sekitar 75 orang terdiri dari berbagai utusan; ormas pemuda, mahasiswa, karang taruna, tokoh masyarakat, pondok pesantren, Pramuka, Satpol PP, awak media, dan lain sebagainya. Rumah Kamnas telah menyiapkan instruktur dan pakar di bidang kamnas. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_3182" align="alignnone" width="300"] ilustrasi[/caption] POSKOTA.CO- Hukuman mati yang disandang Silvester Obiekwe alias Mustofa,50, Warga Negara Nigeria tidak membuatnya sadar. Justru Silvester Obiekwe alias Mustofa kembali menjalankan bisnis haramnya. Ulah si hitam itu akhirnya dibongkar aparat Badan Narkotika Nasional (BNN), dari dalam Lembaga Pemasyarakatan(Lapas) Pasir Putih, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Aksi Obiekwe dibantu oleh teman satu selnya bernama Andi,32.” Dia mengendalikan bisnis narkobanya dari balik jeruji besi. Meski sudah divonis mati tidak membuatnya jera,” kata Kepala BNN Komjen Anang Iskandar, Jumat(30/1). Anang menjelaskan, kasus tersebut terungkap setelah petugas BNN menerima inpormasi intelijen, yang menyebutkan bisnis narkoba asal Goangzu, Tiongkok dikendalikan oleh Silvester Obiekwe alias Mustofa, yang mendekam di Lapas Nusakambangan. Berkat informasi itu, kata Anang, petugas melakukan penyelidikan dan menangkap tersangka Dewi disebuah parkiran hotel Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada pukul 22.30 WIB. Dari tangan Dewi petugas menyita barang bukti berupa 1.794 gran shabu. "Kami lakukan pengembangan ke kontrakan di kawasan Kemayoran dan kembali menemukan barang bukti sabu 5.828 gram. Disembunyikan di dalam kardus. Sabu tersebut dikemas dalam 56 pastik berukuran sedang. Jadi total sabunya 7.622 gram," ungkap mantan Deputy Pencegahaan BNN ini. (sapuji)