ADA RESEP BAHAGIA, SIAPA YANG MAU – Stiawan Prayana – Poskota.co

ADA RESEP BAHAGIA, SIAPA YANG MAU – Stiawan Prayana

walhi7POSKOTA.CO – Pernah ngerokok? dan susah untuk berhenti? atau masih merokok dan tidak berpikir untuk berhenti?

Pasti pernah mendengar “aku sih bisa kalau mau berhenti kapan aja, tapi aku ngga mau aja.” Kecanduan bin Kemelekatan. inilah masalah kita semua.

Setelah seseorang bergulat dan meloloskan dari kecanduannya, hal pertama yang ia temukan adalah kebodohannya.

Mungkin kita tidak kecanduan rokok, ganja atau heroin namun kita gampang sekali kecanduan yang lain dan lebih parah lagi, melekat.

Anda ingin Bahagia? Sekarang lepaskan HP anda satu bulan. Otak segera mencari ribuan alasan untuk mengganjal aksi tersebut, sama seperti ketika seseorang yang sedang menikmati rokoknya dan Anda minta untuk berhenti.

Sampai disini mungkin Anda akan mengatakan “HP sama rokok kan berbeda”

Ok kalau begitu, Anda benar-benar ingin bahagia, saya akan memberi resep yang sederhana, tapi sebelum saya memberinya, saya hampir yakin bahwa Anda tidak akan mau mencobanya.
Bukan karena saya adalah para normal atau abnormal tapi inilah mekanisme pikiran kita yang sudah terbukti dengan pengalaman selama ini.
90 % tidak akan mencoba, dan dari 10 % yg mencoba, 90 %nya berhenti di minggu pertama dan hanya tersisa 1% atau kurang yang bertahan.

Didalam hati kita, kita semua ingin bebas, di sisi sebaliknya pikiran akan mencari alasan apapun agar tidak tercerahkan, kita semua telah menjadi budak dari pikiran sejak kecil dan sekarang kita ingin menjadikan pikiran sebagai budak, tentu “sang Bos” tidak tinggal diam.

Semua alasan yang diutarakan oleh pikiran memang terlihat sangat masuk akal, saking masuk akalnya Anda tidak akan menemukan sesuatu yang lain yang lebih masuk akal.

Kembali ke resep bahagia, siapkah Anda untuk:
– Tidak mengeluh pada apapun yang terjadi
– Setiap hari berolahraga 30 menit
– menghilangkan semua protein hewani, konsumsi makanan yang sedikit diproses.
– Tiap pagi dan malam bermeditasi minimum selama 20 menit tiap sesinya
– menulis jurnal syukur setiap hari di buku rekening syukur

Sama sekali tidak diperlukan usaha bagi orang yang tidak merokok untuk berhenti merokok. Usaha melepas diperlukan sebesar tingkat kemelekatan kita.

JIka apa yang diresepkan diatas belum belum sudah terasa berat dan terasa tidak mungkin dijalankan, hal itu artinya kecanduan kita pada kebiasaan mengeluh, leyeh-leyeh alias malas bergerak, makanan hewani dan lainnya sudah cukup parah.

Harus diakui sebagian besar kita tidak ingin sembuh, kita semua ingin permen manis yang sementara melupakan kegetiran hati kita, kita takut “dioperasi” karena operasi menyakitkan, kita lebih memilih pil penghilang rasa sakit, pil penenang dan membiarkan bara mendekam di dalam.

kita enggan masuk ke dalam yang terlihat gelap karena kecanduan kita akan silau ilusi yang ada diluar.

Kita mengeluh karena ingin mendapat perhatian, bahkan kita sakit karena jiwa kering kita membutuhkan siraman perhatian.

Namun semua perhatian yang didapat dari luar adalah candu yang melegakan untuk sementara, dan akan menagih berkali lipat setelahnya.

Selama kita tidak mau menyelam dan berhubungan dengan diri yang ada di dalam, selama itu juga kedamaian enggan hadir di kehidupan ini.

Mungkin sudah lebih dari ratusan atau ribuan orang datang dan bertanya tentang masalah yang hadir di kehidupannya, jawaban saya selalu sama, bahwa apapun yang terjadi di kehidupan luarmu adalah refleksi dari apa yang ada di dalam dirimu.

Semua masalahmu hadir bukan karena kehidupan berpihak pada yang lain dan memusuhi dirimu.

kehidupan yang kau jalani bukan terjadi dengan tanpa sebab, semua terjadi karena getaran yang kau berikan pada semesta ini.

Life is not hapening to You
Life is responding to You

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_1031" align="alignleft" width="300"] Hakim sang wakil Tuhan di dunia[/caption]POSKOTA.CO - Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Fadli Zon mengharapkan hakim Mahkamah Konstitusi (MK) jangan ada yang berasal dari partai politik. "Hakim MK haruslah merupakan orang yang benar-benar kompeten dalam bidang hukum tata negara dan bukanlah seseorang yang pernah bergabung dengan partai politik," kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra dalam rilisnya, di Jakarta, Jumat. Menurut dia, bila hakim MK yang terpilih berasal dari partai politik dikhawatirkan hanya mementingkan kepentingan golongannya saja sehingga mengakibatkaan potensi penyelewengan menjadi sangat besar. "Independensi hakim MK sangat penting untuk menjaga kredibilitas MK sebagai lembaga hukum tertinggi. Perlu diperhatikan juga bahwa keputusan yang dibuat MK adalah bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat. Oleh karena itu Hakim MK sebagai pembuat keputusan haruslah orang yang benar-benar mempunyai integritas," paparnya. Kasus Akil Mochtar hendaknya menjadi pelajaran bagi MK untuk bisa menjaga kredibilitasnya. "Kredibilitas MK dalam penegakan hukum tengah disorot karena kasus Akil Mochtar. Oleh karena itu MK harus memastikan bahwa kasus seperti itu tidak terulang kembali. Jangan sampai rakyat hilang kepercayaan terhadap penegakan hukum," kata Fadli. Di tempat terpisah, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh berpendapat persoalan pemilihan anggota Hakim MK bukan pada asas legalitas tetapi adalah asas kepantasan, etika, dan moral.