oleh

Stadion Haji Agus Salim Mencekam, Penonton Mengamuk Bakar Kembang Api

Padang – Tak terima tim kesayangannya Semen Padang kalah telak 0-3 sejumlah penonton tuan rumah mengamuk. Tidak hanya masuk ke dalam lapangan, mereka juga membakar kembang api dan flare serta melempari batu ke pemain PSBS Biak.
Insiden ini terjadi di menit ke-81 dalam laga final PegadaianLiga 2 yang digelar di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Sabtu (9/3/2024). Beberapa saat lamanya situasi sempat mencekam.Penonton yang tidak terlibat keributan berusaha menyelamatkan diri.
Pada Leg pertama yang dilangsungkan di Biak, pada 5 Maret tuan nbnrumah unggul 3-0. Dengan demikian total agregat menjadi 6-0.
Di leg kedua ini wasit Amri Nurhadi yang memimpin pertandingan terpaksa menghentikan laga di menit 81 karena situasi tidak kondusif. Sejumlah penonton masuk ke lapangan melempari batu maupun flare dan kembang api.

Untuk meredamnya petugas masuk ke dalam lapangan menghalau penonton untuk kembali masuk ke tempat duduk.
Namun penonton tidak terima. Bahkan diantaranya menyerang ke petugas. Akibatnya beberapa petugas mengalami luka. Mereka langsung dirawat di dalam mobil ambulance.
Pada laga tersebut tiga gol bagi PSBS Biak dicetak oleh Alberto Goncalves dua gol masing masing di menit 13 dan 50. Sedang satu gol lagi dipersembahkan oleh Alesandro dos Santos menit 28.
Andre Rosiade selaku penasehat tim Semen Padang sangat menyayangkan ulah yang dilakukan oknum suporter. “Menang kalah dalam pertandingan kali yang biasa. Saya sangat menyayangkan ulah oknum suporter yang tidak terima timnya kalah,” jelasnya.
Untuk musim depan Semen Padang yang akan berkompetisi di Liga 1 telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 70 miliar. Perombakan pemain sudah pasti akan dilakukan
“Kami tidak ingin sekedar numpang lewat saja,” katanya.
Menyangkut stadion Kaki Agus Salim yang sudah tak layak, katanya diusahakan akan direnovasi oleh Pemprov Sumbar dan Semen Padang.
“Kami juga tidak mau jadi musafir. Padang harus memiliki stadion yang layak,” katanya.
Untuk musim depan ada tiga tim dari Liga 2 yang naik kasta ke Liga 1. Mereka yakni PSBS Biak, Semen Padang dan Malut United. Mereka menggantikan posisi 18, 17 dan 16 yang degradasi ke Liga 2.
PSBS yang meraih juara mendapat hadiah senilai Rp 1 miliar. Sedangkan Semen Padang mendapat Rp 500 juta (Bu)

Teks foto
Sejumlah penonton menyalakan kembang api dan flare. (Bu)

2. Pemain PSBS Biak dari kiri Alesandro dos Santos, Alberto Goncalves dan Fabiano Beltrame

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *