oleh

Panaskan Pemainnya, PBSI Siap Gelar Simulasi Piala Thomas dan Uber

-Olahraga-73 views

POSKOTA.CO – Ajang PBSI Home Tournament telah sukses digelar untuk mengembalikan ‘jiwa tarung’ pebulutangkis pelatnas. Dasar itu menjadikan PBSI kembali ingin ‘memanaskan’ semangat dan mental juang pemain dengan menggelar kejuaraan serupa, kali ini direncanakanakan digelar simulasi dengan format beregu Piala Thomas dan Uber.

Tim Indonesia dinilai perlu wadah untuk melatih kesiapan jelang perebutan supremasi bergengsi Piala Thomas dan Piala Uber. Kejuaraan Piala Thomas dan Uber 2020 rencananya akan digelar di Aarhus, Denmark, pada 3-11 Oktober 2020.

“Saat ini BWF (Badminton World Federation) sedang dalam proses bersama tuan rumah terkait protokol kesehatan yang harus dilalui atlet. Kebetulan kami juga belum dapat kepastian lagi mengenai kejuaraan-kejuaraan resmi dari BWF oleh karena itu kami perlu simulasi untuk mematangkan kesiapan pemain kami,” kata Sekretaris Jenderal PP PBSI Achmad Budiharto.

Persiapan pemain di turnamen beregu memang berbeda dengan turnamen perorangan. Dalam turnamen beregu, para atlet perlu memperkuat kekompakan, rasa percaya satu sama lain, teamwork dan sebagainnya. Penyelenggaraan simulasi dinilai tepat untuk pemanasan jelang Piala Thomas dan Uber.

Sebelumnya PBSI telah menggalar ajang PBSI Home Tournament yang merupakan sebuah wadah bagi para pemain pelatnas untuk mengukur hasil latihan mereka sekaligus sebagai ajang untuk mengembalikan atmosfer pertandingan yang sudah hampir lima bulan tidak mereka dapatkan karena seluruh turnamen resmi dibatalkan akibat pandemi Covid-19.

Cabang bulutangkis menjadi salah satu pioner dalam penyelenggaraan turnamen dengan protokol kesehatan Covid-19. Menpora Zainudin Amali mengapresiasi penyelenggaraan PBSI Home Tournament yang dapat memberikan kesempatan bagi pemain untuk bertanding di masa pandemi, namun tetap menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19.

“Kita patut bersyukur sukses menggelar PBSI Home Tournament selesai dengan baik, selamat dan lancar tanpa halangan. Sesuai tujuan semula, kami ingin memberi ajang kepada atlet yang sudah sekian lama berlatih, sekaligus menjadi masukan bahwa latihan selama ini ternyata masih belum mencukupi untuk ikut turnamen besar,” ujar Budiharto.

“Panita pelaksana mau mengimplementasikan protokol kesehatan di kejuaraan ini. Kami bisa jalankan sembilan puluh persen. Beberapa hal akan dievaluasi lagi, salah satunya adalah petugas belum biasa menggunakan face shield sehingga mempengaruhi mereka dalam membuat suatu judgement,” lanjutnya.

Beberapa protokol kesehatan yang diterapkan diajang PBSI Home Tournament adalah semua pelaksana pertandingan dipastikan bebas dari Covid-19. Dalam pelaksanaannya, mereka juga menggunakan masker dan face shield. Khusus hakim servis, tiap mengganti shuttlecock, mereka menggunakan hand sanitizer.

Kiprah pemain muda di PBSI Home Tournament juga diapresiasi oleh Budiharto. Ia menilai para pemain muda bisa mengejar ketertinggalan dari para seniornya.

“Sebagai evaluasi bagi pemain muda, perlu ada peningkatan dari segi fisik serta pematangan strategi di lapangan,” ujar Budiharto. (dk)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *