oleh

Zulkifli Zaini Dinilai Gagal Menakhodai PLN Group

 54 total views

POSKOTA.CO – Simpatisan Presiden Joko Widodo yang tergabung dalam Laskar Rakyat Jokowi menganggap PLN gagal menjalankan harapan tinggi Presiden. Zulkifli Zaini sejak dilantik akhir tahun 2019 lalu tepatnya tanggal 23 Desember, sebagai Direktur Utama PT. PLN (Persero) sangat optimis akan menjalankan sejumlah tugas yang diamanatkannya, namun hingga sekarang, tidak ada yang mentereng dari prestasinya untuk membawa perusahan negara tersebut mampu keluar dari masalah yang selama ini dihadapi oleh PLN.

Pergantian Dirut PLN ini dilakukan akibat direktur Utama sebelumnya yaitu Sofyan Basir, ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dalam kasus proyek pembangunan PLTU Riau 1. Diantara tersangka lainya adalah Johanes Kotjo, Erni Saragih dan mantan menteri Sosial Idrus Marham.

“Ditunjuknya Zulkifli Zaini oleh Menteri BUMN Erick Thohir, untuk menjabat perusahan Listrik Negara tersebut tentu diharapkan saudara Zulkifli Zaini, dengan sejumlah pengalaman dan keahlianya dapat membawa PLN keluar dari permasalahan klasik yaitu soal tarif, padamnya listrik, kemudian soal keuangan adanya praktik perilaku korupsi diinternal,” kata Sekjen Laskar Rakyat Jokowi, Ridwan Hanafi, Senin (22/2).

“Tujuannya adalah penataan manajemen yang lebih profesional, akuntabel dan tentu menindaklanjuti program unggulan pemerintahan presiden Jokowi yaitu pembangunan pembangkit Listrik 35.000 MW, keutamaan dari proyek ini dalam rangka mencapai salah satu sasaran yaitu mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakan sektor-sektor strategis khususnya kedaulatan energi,” imbuhnya.

Ridwan menerangkan, kurang lebih dua tahun kepemimpinan Zulkifli di PLN, dalam sejumlah fakta, terkesan seperti orang menari poco-poco keliahatanya maju, tapi tidak, kelihatan mundur namun juga tidak. Yang terlihat, lanjut Ridwan, justru perusahan negara tersebut jalan ditempat.

“Itulah situasi PLN Group saat ini. Contoh sederhana lain yang bisa saya sampaikan dalam hal koordinasi entitas anak perusahaan PLN Group, misalnya seperti PLN Batubara, Indonesia Power, PJB dan lainya dalam kondisi disaat PLN Group lagi mengalami kekurangan pasokan Batubara di sejumlah PLTU Jawa, Bali, Madura. Dan PLTU wilayah lainnya,” paparnya.
Bagi Ridwan, apa yang disampaikan Zulkifli disaat Rapat dengar Pendapat (RDP) dengan DPR RI Komisi VII, tanggal 25 Agustus 2020, penyampaian yang penuh semangat bahwa anda telah melakukan suatu terobosan dengan mengakuisisi sejumlah perusahaan tambang Batubara demi meningkatkan performa PLN Group.

Tetapi, hal itu tidak sejalan dengan ketersediaan batubara yang memadai di segala kondisi cuaca guna memastikan Batubara untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Ridwan khawatir hal tersebut berdampak pada pemadaman Jawa, Bali dan Madura.

“Fakta berikutnya adalah soal akuisisi saham perusahaan tambang batubara yang digembar-gemborkan oleh pak Zulkifli, melalui entitasnya PLN Batubara, faktanya sampai saat ini PLN Batubara belum melakukan penyertaan modal di perusahaan tambang batubara yang ada. Akibatnya itu tadi Perusahan-perusahan tambang tersebut tidak mendistribusikan batubara. Jadi wajar kalau kemudian PLN Group mengalami kekurangan pasokan Batubara,” tutup Ridwan.(dum

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *