WAPRES JK RESMIKAN PESANTREN DEA MALELA – Poskota.co

WAPRES JK RESMIKAN PESANTREN DEA MALELA

POSKOTA.CO – Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) meresmikan pesantren modern internasional Dea Malela di Olat Utuk, Pamangong, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (20/7). Din Syamsuddin, selaku pembina Pesantren Dea Malela mengutarakan, pesantren internasional ini dibangun di atas lahan seluas 20 hektare.

Meski baru saja membuka penerimaan siswa baru, para santri yang belajar pun berasal dari berbagai daerah termasuk dari luar negeri seperti dari, Timor Leste, Kamboja, Vietnam, Beijing, Moskow dan sebagainya. “Tahun 2016 ini baru dibuka kelas SMP untuk putra. Tahun depan kita buka SMA putra-putri. Tahun ini kami menerima 60 santri, karena belum cukup tersiar,” kata Din dalam sambutannya di pesantren modern internasional Dea Malela, Sumbawa, NTB, Rabu (20/7), sambil menambahkan, selama tiga tahun ke depan, generasi pertama siswa di pesantren ini juga akan mendapatkan beasiswa pendidikan.

Lebih Bermanfaat
Sementara itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla berharap para siswa tidak hanya mendapatkan pendidikan keterampilan, namun juga diajarkan untuk lebih berkreasi sehingga dapat lebih bermanfaat pada beberapa tahun ke depan. “Karena pendidikan baru bermanfaat minimal 10 tahun ke depan. Artinya dia ajarkan ilmu yang 10-15 tahun ke depan yang kira-kira cocok,” kata JK.

Karena itu, tambah Wapres, para siswa perlu diajarkan ilmu pengetahuan dan teknologi sesuai dengan kurikulum yang juga menjangkau kebutuhan di masa mendatang. “Bagaimana mengisinya pada 15 tahun akan datang. Apa kebutuhan kita ini? Tentu banyak berubah teknologi ilmu, dan persaingan dunia internasional keterbukaan yang luar biasa, dan hubungan antar manusia,” jelas Jusuf Kalla.

Dalam peresmian pesantren internasional ini turut hadir Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri PAN-RB Yuddy Chrisnandi, Gubernur NTB TGK Zainul Majdi, Bupati Sumbawa Husni Djibril dan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_2327" align="alignleft" width="300"] Ilustrasi[/caption] POSKOTA.CO - Komisi Pemberantasan Korupsi menerima sembilan laporan penerimaan gratifikasi berupa pemutar musik elektronik Ipod Shuffle yang diterima saat resepsi pernikahan anak Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi. "Sudah ada sembilan orang yang melaporkan Ipod kepada KPK," kata Juru Bicara KPK Johan Budi, Jumat (21/3). Sembilan orang yang melaporkan penerimaan itu adalah Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta Ratiyono, satu orang hakim Pengadilan Tinggi, Ketua Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Made Rawa Aryawan, dua orang hakim Mahkamah Agung, satu orang pejabat Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan, satu pejabat Komisi Yudisial dan dua orang pejabat dari Ombudsman. "Laporan ini akan kita analisa dan klarifikasi," kata Direktur Gratifikasi KPK Giri Suprapdiono. Sebelumnya, Ketua Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI) cabang Mahkamah Agung Gayus Lumbuun saat datang ke KPK bersama empat hakim agung lain pada Kamis (19/3) mengatakan bahwa para hakim akan melaporkan pemberian tersebut ke KPK. "Kami akan mempersiapkan surat laporan dari IKAHI cabang MA karena penerima iPod sebagian besar adalah hakim-hakim di MA, hakim agung dan hakim-hakim yang ditugaskan di lingkungan MA," kata Gayus, Kamis (19/3). Gayus juga menyerahkan contoh iPod yang akan dinilai KPK. "Menurut hitungan kami, data yang kami miliki (harganya) di bawah Rp500 ribu, jadi kami berpandangan ini bukan gratifikasi yang dilarang, tapi kami menyerahkan pada KPK untuk menilai, oleh karena itu yang kami urus adalah hakim-hakim yang menerima," ujar Gayus.