harmono 11/06/2014
 sang pembunuh
sang pembunuh

POSKOTA.CO – Kepolisian Resor Karimun, Provinsi Kepulauan Riau menjerat Ba alias Al, tersangka kasus pembunuhan dengan korban Yeni Farida Kirana, tukang pijat lepas di kamar 118 Wisma Nusantara Jalan Nusantara Tanjung Balai Karimun, Minggu (8/6) dinihari.

“Kami menjerat tersangka dengan pasal berlapis, yaitu Pasal 338 KUHP tentang tindak pidana merampas nyawa orang lain dan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan,” kata Kepala Kepolisian Resor Karimun AKBP Dwi Suryo Cahyono dalam jumpa pers di Mapolres Karimun, Selasa.

Dwi Suryo Cahyono mengatakan, Ba alias Al diduga membunuh korban disertai dengan perampasan sejumlah uang dan telepon genggam milik korban Yeni (52 tahun), warga asal Surabaya yang tinggal di Sei Lakam, Tanjung Balai Karimun.

“Ancaman hukuman kedua pasal itu, yaitu 15 tahun penjara,” katanya lagi.

BA alias Bg (35 tahun) ditangkap pada Senin (9/6) di rumahnya di Sei Pasir, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun setelah tim buru sergap Satreskrim Polres Karimun mengepung rumah tersangka.

Saat penangkapan, menurut Kapolres, tersangka tidak memberikan perlawanan. Ia sempat tidak mengaku, tetapi setelah diperiksa penyidik, tersangka mengaku bahwa dirinya telah membunuh korban.

Ia mengatakan, modus operandi pembunuhan yang dilakukan tersangka adalah dengan menutup mulut korban dengan tangan kanannya, kemudian mencekik leher korban sehingga korban jatuh di atas kasur dalam posisi terlentang.

Tersangka kemudia memukul kepala korban satu kali dan kembali mencekik leher korban. Kemudian, kedua tangan korban diikat ke belakang, tersangka menarik kalung korban setelah korban tidak bergerak dalam posisi telungkup dengan tangan terikat dengan kain.

“Berdasarkan visum dokter, korban meninggal akibat kesulitan bernafas sehingga diduga meninggal akibat cekikan pada leher,” kata dia.

Meski demikian, kata dia, untuk menguatkan penyebab kematian korban, ia mengatakan masih menunggu hasil autopsi jenazah korban yang dilakukan tim forensik Polda Kepri di kamar jenazah RSUD Karimun, Senin (9/6).

“Bukti sudah kuat, tersangka juga sudah mengaku. Tapi, dengan keluarnya hasil autopsi, tentu akan lebih kuat lagi,” ucapnya.

Mengenai motif tersangka menghabisi nyawa korban, Kapolres mengatakan karena sakit hati.

Tersangka, menurut dia, pada awalnya datang ke Wisma Nusantara, tempat korban mangkal sebagai tukang pijat “freelance” Minggu (8/6) sekitar pukul 00.30 WIB.

Tersangka, kata dia, menanyakan tarif pijat sekaligus jasa seks komersial yang dijawab korban sebesar Rp250.000. Namun, tersangka mengatakan hanya memiliki uang Rp217.000 dan hanya bersedia membayar Rp200.000.

“Korban setuju dibayar Rp200.000, dan meminta tambahan Rp10.000 untuk membeli minuman larutan penyegar,” katanya.

Setelah membayar uang kamar dan korban melayani tersangka, tersangka dimintai korban tambahan uang agar cukup Rp250.000.

“Tersangka sakit hati sehingga memukuli, mengikat kedua tangan dan mencekik leher korban hingga tewas,” tutur Dwi Suryo Cahyono.

Sejumlah barang bukti, tambah dia, telah diamankan, antara lain telepon genggam merek Nokia milik korban, pakaian korban dan tersangka yang penuh bercak darah, 2 handuk dan sprei yang juga penuh bercak darah serta selimut, kalung dan bantal.

Sementara itu, Ba alias Al ketika ditemui mengaku nekad memukul dan mencekik korban karena sakit hati dimintai uang tambahan setelah ia dan korban berhubungan intim.

“Uang saya cuma segitu, tapi dia minta tambah lagi. Saya kalap ketika ia marah-marah,” katanya sambil mengatakan kalau dirinya sudah dua kali menggunakan jasa pijat dan seks komersial dengan korban.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*