taher 18/05/2014

tikus aPOSKOTA.CO – Para petani di daerah Pantura Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mengatakan pemburuan terhadap ular sawah sebagai usaha penyamakan ular telah menyebabkan hama tikus semakin mengganas, kata petani.

“Usaha penyamakan ular yang dilakukan warga Cirebon dan Kabupaten Indramayu menyebabkan petani kesulitan mengendalikan hama tikus,” kata Wartono salah seorang petani Cirebon kepada wartawan, Minggu.

Ia mengatakan, sebelumnya ular sawah mampu mengendalikan hama tikus meski petani harus berupaya menekan dan membasmi tikus tersebut, tapi kini sulit dikendalikan akibat pemangsanya menghilang.

Dirinya berharap penyamakan kulit ular dihentikan, supaya populasi pemangsa tikus tersebut bisa berkembang biak dan membantu petani kendalikan hama pengganggu.

Sementara itu Karmadi petani lain di Indramayu, ular sawah dibasmi hama tikus semakin mengganas, sehingga menyulitkan bagi para petani Pantura.

Pemberantasan hama tikus secara alamiah dengan mengandalkan pemangsa ular sawah, kata dia, ramah lingkungan karena petani tikus harus menggunakan obat berbahan kimia.

“Pengendalian hama tikus dengan ular hemat biaya, karena petani tidak harus membeli racun berbahan kimia,” katanya.

Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Cirebon, Ali Efendi menuturkan, pemberantasan hama tikus dengan pola pemangsa, ramah lingkungan dan hemat tetapi kini populasi ular sawah semakin memprihatinkan, sehingga hama semakin tak terkendali.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*