harmono 09/02/2015

pijitPoskota.co – Ulama Kabupaten Tangerang, Banten, meminta aparat terkait untuk menertibkan usaha panti pijat plus berkedok untuk kebugaran yang belakangan ini tumbuh subur pada sejumlah kecamatan. “Kami sudah banyak mendapatkan laporan dari warga tentang keberadaan panti pijat tersebut,” kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tangerang Ues Nawawi di Tangerang, Senin.

Ues mengatakan dalam laporan yang diterima bahwa pengelola panti pijat itu beroperasi di Kecamatan Kelapa Dua, Kosambi, Cikupa, Panongan, Pasar Kemis dan Teluknaga. Dia mengatakan aparat terkait harus bertindak dan menutup tempat usaha tersebut karena diduga telah menyalahi izin.

Namun mayoritas tempat usaha tersebut berada di ruko dan bertuliskan pijat refleksi dan tempat kebugaran. “Laporan warga harus ditindaklanjuti karena mereka menyatakan yang benar meski kadang pahit kedengarannya,” katanya.

Bahkan pihak mengharapkan penertiban segera bila tidak dikhawatirkan terjadi tindakan anarkis dengan cara menutup paksa.

Pihaknya berharap supaya petugas Satpol PP Pemkab Tangerang untuk segera menertibkan dan jangan timbul kesan pembiaran terhadap usaha maksiat.

Demikian pula sebaiknya petugas Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T) mendatangi lokasi usaha panti pijat tersebut apakah memiliki izin atau tidak.

Biasanya, katanya, izin usaha tersebut dari Dinas Sosial atau Pariwisata bila memang untuk kegiatan kebugaran yang sesungguhnya.

Meski begitu, pihaknya juga berharap Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar untuk menindaklanjuti adanya laporan warga tersebut tentang keberadaan panti pijat tersebut.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*