taher 16/05/2014
Ilustrasi
Ilustrasi

POSKOTA.CO – Pepatah kalau orang lagi cinta ibarat tahi kucing rasa coklat ada benarnya. Ini dilakukan Nuh, Kepala Desa (Kades) Sejati Kecamatan Camplong Kabupaten Sampang.

Hanya kepingin menikahi janda moncer (montok ceriwis) tega-teganya bilang istrinya sudah meninggal sehingga dapat membuat surat untuk menikah lagi. Padahal, istri tuanya segar bugar.

Waktu habis ijab kabul depan penghulu memang dunia terasa miliknya, orang lain termasuk yang lagi membaca cerita ini indekos. Tapi setelah digelandang ke Rumah Tahanan (Rutan) Kelas 2b Sampang Nuh baru merasakan lembabnya hidup dibalik jeruji besi.

“Infonya masalah pemalsuan surat nikah, sebab saat mau menikah lagi dia (Kades, Red) melaporkan jika istrinya yang tua telah mati, padahal istri yang tua masih hidup,” tutur S warga Camplong, Jumat (15/5).

Kasus Kades sejati karena meremehkan masalah administrasi. Terungkapnya pemalsuan istri meninggal dibilang mati, saat yang bersangkutan berangkat umroh dengan istri mudanya, dari situlah kasus tersebut terungkap.

Kasusnya pernah ditelisik kepolisian tapi Nuh tak ditahan, karena pandai bersilat lidah. Kini, Kades itu kecemplung bui (masuk penjara).

Penahanan Kades Sejati ini juga dibenarkan oleh Bagus Wicaksono Kasi Pidum Kejaksaan Negri Sampang. “Kades tersebut sudah dititipkan ke Rutan Sampang,” jelasnya.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*