Djoko Waluyo 28/02/2014
Bernafaslah dengan perut jangan dari dada
Bernafaslah dengan perut jangan dari dada

Seks lebih banyak mungkin merupakan salah satu hal yang dinginkan pria-pria seperti Anda. Jadi, setelah Anda bekerja keras untuk mengkreasi lokasi, membangkitkan suasana hati si Dia, dan memastikan diri sudah mengenakan ‘busana perang’ terbaik, mengapa tidak menjadikan aktivitas seksual Anda sebagai momen penuh kenikmatan yang bisa dinikmati bersama ketimbang sesuatu hal yang harus dilakukan dengan buru-buru. Simak tipnya.

Biarkan si Dia di atas. Ketika si Dia berada di atas, rangsangan pada penis Anda akan sedikit berkurang. Dan, jangan lupa untuk minta si Dia melakukannya dengan perlahan.

Anda harus paham, penetrasi yang dalam dan dorongan cepat merupakan bencana bagi ketahanan pria. Anda mungkin juga harus mencoba untuk melakukan penetrasi dan tak bergerak selama beberapa waktu untuk beraklimatisasi dengan rasa hangat dan basah di vaginanya.

Coba teknik start-stop. Gagasan ini adalah meminta si Dia memberikan rangsangan hingga Anda merasa akan mencapai orgasme, kemudian memintanya berhenti. Ketika ketegangan seksual Anda menghilang (sekitar 15 detik), si Dia bisa melanjutkan kembali usahanya.

Bernapas dari perut. Pernapasan yang pendek dan cepat memiliki kaitan yang erat dengan ejakulasi. Karena itu, bernapaslah secara perlahan dan dalam. Cara ini akan membantu Anda meredakan efek rangsangan dari si Dia.

Coba teknik pernapasan dengan perut ketimbang dada. Lakukanlah ketika Anda mempraktekkan teknik start-stop dan menegangkan penis. Gaya bernapas ala yoga mungkin juga bisa membantu Anda.

Berlatih kendalikan diri. Setelah si Dia cukup terangsang dengan seks oral, gerakkan batang penis  Anda di bibir vagina si Dia, memberikan rangsangan terhadap klitoris tanpa membuatnya masuk. Lakukan ini 1-2 menit, kemudian dorong ujung penis ke kepala klitorisnya.

Posisikan  penis Anda di pintu masuk vagina, tempat di mana sebagian besar saraf sensitif berujung. Ketika Anda melakukan penetrasi, fokus pada gerakan kecil dan pendek yang hanya ‘menyerang 5-8 sentimeter ke dalam vagina si Dia.

Stop berpikir tentang orgasme. Area di otak yang bertanggung jawab untuk memicu orgasme akan bangkit saat Anda berpikir tentang orgasme atau upaya untuk menahannya.

Makin besar perhatian Anda pada hal-hal tersebut, makin besar pula kemungkinan orgasme itu datang. Fokuslah pada apa yang terjadi saat ini dan Anda akan membaurkan kenikmatan di seluruh tubuh Anda. (dikutip dari Men’s Health)

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*