TAHANAN KEJARI DEPOK MELARIKAN DIRI PAKAI MOBIL TAHANAN – Poskota.co

TAHANAN KEJARI DEPOK MELARIKAN DIRI PAKAI MOBIL TAHANAN

POSKOTA.CO – Ditinggal membeli minuman oleh petugas yang mengawalnya, seorang tahanan Kejaksaan Negeri Depok, Ari Wicaksono (47), kabur dengan menggunakan mobil tahanan Kejari Depok, Kamis (22/6) petang. Pelarian terhenti ketika mobil yang digunakan sang tahanan menabrak mobil lainnya saat melintas berlawanan arah di Jalan Ir H Juanda, Depok, Jawa Barat.

Ari Wicaksono merupakan tahanan Kejari Depok dalam perkara penipuan dan penggelapan. Sebelumnya, ia yang menjalani penahanan di Rutan Cilodong, menderita sakit. Oleh petugas Kejari Depok, Ari pun diantar berobat ke RS Polri Kramat Jati. Di tengah perjalanan pulang dari RS Polri Kramat Jati, petugas yang melakukan pengawalan, menghentikan mobil tahanan yang dikemudikannya di sebuah warung. Saat itu sang petugas hendak membeli minum.

Ari Wicaksono, tahanan Kejari Depok yang berusaha kabur, kembali diamankan aparat kepolisian.

Rupanya, kelengahan petugas itu dimanfaatkan oleh Ari Wicaksono. Spontan saja ia duduk di balik kemudi dan membawa kabur mobil tahanan itu. Parahnya, Ari mengemudikan mobil tersebut secara membabi buta, hingga menabrak sejumlah pengguna jalan, mobil serta pengendara motor. “Dia berputar arah sampai tiga kali melawan arah sampai akhirnya nabrak mobil. Sebelumnya dia sudah nabrak beberapa mobil dan motor, termasuk saya,” ujar Adi, pengemudi ojek online yang menjadi korban akibat ulah Ari Wicaksono.

Adi mengaku melihat dua orang di dalam mobil tahanan Kejari Depok, sesaat sebelum mobil tersebut menabrak mobil lainnya di Jalan Ir H Juanda. “Yang satu yang ketangkap itu, satunya lagi saya nggak tahu k emana,” tambah Adi.

Mobil tahanan Kejari yang dipakai Ari Wicaksono rusak parah setelah menabrak pengguna jalan lainnya.

Setelah pelariannya terhenti akibat mobil yang dikemudikannya menabrak mobil lain, Ari pun langsung dibekuk warga dan pengendara ojek online yang sudah mengejarnya pasca menabrak sejumlah pengendara dan pengguna jalan. Selanjutnya, Ari pun diamankan warga di sebuah warung, guna menghindari aksi brutal massa.

Aparat kepolisian yang mendapat laporan kejadian, langsung mendatangi lokasi dan mengevakuasi Ari dari dalam warung menuju mobil patroli yang diparkir di seberang jalan. Beberapa orang merasa kesal dengan ulah Ari, sempat mendaratkan bogem mentah ke wajah dan tubuhnya. Namun oleh aparat kepolisian yang mengawal, langsung dilerai.

Adi, pengendara ojek online menjadi saksi mata sekaligus korban penabrakan Ari Wicaksono yang berusaha kabur memakai mobil tahanan.

Kepala Kejaksaan Negeri Depok Sufari mengatakan, Ari Wicaksono yang berada di bangku belakang mobil tahanan, berpindah ke kursi depan saat petugas pengawal tengah membeli minuman. “Ada empat orang yang menjaganya. Tahanan ini langsung pindah ke bangku kemudi ketika petugas berada di luar mobil,” jelasnya.

Sufari menambahkan, Ari Wicaksono merupakan tahanan yang sedang berperkara. Ia tersandung masalah penipuan dan penggelapan dokumen tanah. Sedianya, Ari akan menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Depok hari ini. (arya)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_282" align="alignleft" width="300"] Dalam Pilkada Jatim sebenarnya yang menang adalah pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja, bukan KarSa. (DOK)[/caption] POSKOTA.CO – Terungkap. Mantan Ketua MK Akil Mochtar mengaku, pemenang dalam Pilkada Jatim sebenarnya adalah pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja, bukan KarSa. Putusan terhadap kemenangan Khofifah-Herman itu sudah diputuskan 7 hari sebelum amar putusan dibacakan MK pada 7 Oktober 2013. "Jadi keputusan MK itu sebenarnya sudah ada 7 hari sebelum amar putusan. Dan, itu Pak Akil menegaskan bahwa Bu Khofifah dan Pak Herman yang menang. Tapi ini tiba-tiba putusannya incumbent yang menang," kata kuasa hukum Akil, Otto Hasibuan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (28/1/2014). Otto mengatakan, pada 2 Oktober 2013 Akil ditangkap KPK karena kasus dugaan suap pengurusan sengketa Pilkada Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah 2013. Padahal, amar putusan PHPU Jatim belum dibacakan, sementara dia adalah Ketua Panel PHPU tersebut. "Pak Akil Ketua Panel, putusan 7 hari sebelum dibacakan sudah ada, tapi pasca ditangkap Pak Akil itu tiba-tiba pihak sana (KarSa) yang menang. Ini ada apa?" kata Otto. Sebelum ditangkap Akil, kata Otto pernah mengirim surat ke MK. Isinya meminta klarifikasi kepada para hakim konstitusi lain, kenapa putusan itu tiba-tiba berubah. "Jadi tadi Pak Akil minta kepada saya untuk menyurati MK, mengklarifikasi masalah tersebut," ucap dia. Dalam amar putusannya, MK memerkuat keputusan KPUD Jatim yang menetapkan pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa) sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih untuk Provinsi Jatim periode 2013-2018. Akil Mochtar oleh KPK ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan sengketa Pilkada Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah 2013 dan Pilkada Kabupaten Lebak, Banten 2013 di MK. KPK juga menyematkan status tersangka pada bekas politisi Partai Golkar itu dalam kasus dugaan pencucian uang yang diduga berasal dari uang suap. Kejaksaan Agung menyatakan telah menerima surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) tindak pidana narkoba atas tersangka M. Akil Mochtar dari penyidik Badan Narkotika Nasional. Surat tersebut dibuat oleh penyidik BNN pada 20 November 2013 dan diterima oleh Kejaksaan Agung pada 22 November 2013. (djoko)