TABUNG GAS MELEDAK, EMPAT WARGA LUKA BAKAR DAN DUA UNIT MOBIL RUSAK – Poskota.co

TABUNG GAS MELEDAK, EMPAT WARGA LUKA BAKAR DAN DUA UNIT MOBIL RUSAK

POSKOTA.CO – Peristiwa ledakan dahsyat terjadi di Jalan Harimau, tidak jauh dari Pasar Maricaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, sekitar pukul 21.45 WITA, Minggu (11/9). Suara ledakan terdengar hingga radius 2 kilometer. Ledakan tersebut diduga bersumber dari kebocoran gas elpiji.

Akibat kejadian itu, empat warga menjadi korban ledakan dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Mapolda Makassar, Jl Andi Mappaoddang. Keempatnya mengalami luka ringan hingga berat.

“Ada empat orang yang dibawa ke sini dari Pasar Maricaya, korban ledakan,” ujar salah satu petugas medis di ruang IGD.

Keempat orang itu diketahui bernama Markus (22) dan Trisno yang mengalami luka berat. Sedangkan Poli (21) dan Yusuf mengalami luka ringan.

Selain itu, puluhan rumah warga dan toko mengalami kerusakan, serta dua unit mobil yang terparkir di depan rumah warga rusak parah dampak dari ledakan tersebut.

Mobil tersebut yakni minibus Toyota Avanza bernomor polisi DD 1135 AH yang tertimpa reruntuhan balok dan seng. Selain itu, sebuah mobil pick up Daihatsu Grand Max mengalami kerusakan di bagian depan mobil.

Di sekitar lokasi kejadian juga ditemukan beberapa tabung elpiji 12 kilogram yang dijual di rumah toko lokasi ledakan yang terletak di belakang Pasar Maricaya.

Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Anton Charliyan mengatakan, ledakan tersebut merupakan tempat penyimpanan gas. Ledakan tersebut tidak menimbulkan korban meninggal. “Korban jiwa nggak ada, luka ada,” ujar Anton.

Anton menuturkan, akibat ledakan tersebut satu rumah terbakar cukup parah. Tempat lain juga ikut terbakar namun hanya sedikit. “Personel sudah di TKP, sudah diamankan,” jelas Anton.

Menurut Anton Charliyan, ledakan ini hanya kecelakaan biasa dan tidak berhubungan dengan perayaan Hari Raya Idul Adha yang akan dilangsungkan esok hari.

“Penyebabnya kita tunggu hasil tim Labfor bekerja, ini cuma kecelakaan biasa, bukan ledakan bom, tidak ada kaitannya dengan lebaran besok,” tutur Anton yang meninjau lokasi ledakan. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_1031" align="alignleft" width="300"] Hakim sang wakil Tuhan di dunia[/caption]POSKOTA.CO - Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Fadli Zon mengharapkan hakim Mahkamah Konstitusi (MK) jangan ada yang berasal dari partai politik. "Hakim MK haruslah merupakan orang yang benar-benar kompeten dalam bidang hukum tata negara dan bukanlah seseorang yang pernah bergabung dengan partai politik," kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra dalam rilisnya, di Jakarta, Jumat. Menurut dia, bila hakim MK yang terpilih berasal dari partai politik dikhawatirkan hanya mementingkan kepentingan golongannya saja sehingga mengakibatkaan potensi penyelewengan menjadi sangat besar. "Independensi hakim MK sangat penting untuk menjaga kredibilitas MK sebagai lembaga hukum tertinggi. Perlu diperhatikan juga bahwa keputusan yang dibuat MK adalah bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat. Oleh karena itu Hakim MK sebagai pembuat keputusan haruslah orang yang benar-benar mempunyai integritas," paparnya. Kasus Akil Mochtar hendaknya menjadi pelajaran bagi MK untuk bisa menjaga kredibilitasnya. "Kredibilitas MK dalam penegakan hukum tengah disorot karena kasus Akil Mochtar. Oleh karena itu MK harus memastikan bahwa kasus seperti itu tidak terulang kembali. Jangan sampai rakyat hilang kepercayaan terhadap penegakan hukum," kata Fadli. Di tempat terpisah, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh berpendapat persoalan pemilihan anggota Hakim MK bukan pada asas legalitas tetapi adalah asas kepantasan, etika, dan moral.