STOK DAGING DAN MINYAK GORENG AMAN MENJELANG PUASA DAN LEBARAN 2017 – Poskota.co

STOK DAGING DAN MINYAK GORENG AMAN MENJELANG PUASA DAN LEBARAN 2017

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengunjungi pabrik minyak goreng milik Grup Musimas, PT Dua Putra Perkasa, di Bekasi, Sabtu (29/4). Kunjungan Mendag ini untuk memastikan ketersediaan minyak goreng menjelang Ramadan dan Lebaran 2017.
Mendag Enggartiasto Lukita mengunjungi pabrik minyak goreng milik Grup Musimas, PT Dua Putra Perkasa, di Bekasi, Sabtu (29/4). Kunjungan Mendag ini untuk memastikan ketersediaan minyak goreng jelang Ramadan dan Lebaran 2017.

POSKOTA.CO – Setelah mengunjungi pabrik dan gudang gula, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengunjungi gudang penyimpanan daging beku dan pabrik minyak goreng, Sabtu (29/4).

Gudang penyimpanan daging beku yang dikunjungi Mendag adalah gudang milik PT Dua Putra Perkasa di Bekasi. Di gudang ini Mendag meninjau langsung proses penyimpanan dan ketersediaan stok daging. “Daging yang ada di sini bukan hanya dari India, tapi juga ada dari Australia. Kita lihat, stoknya banyak. Dan saya minta untuk terus tambah,” ujar Enggar.

Presiden Direktur PT Dua Putra, Suharjito, kepada Mendag mengatakan, kapasitas gudang yang dimiliki adalah 2 juta ton. Sementara stok saat ini adalah 50 ribu ton.

“Dua Putra dan ADDI siap membantu pemerintah menjaga harga dan stok daging. Kami 24 jam siap untuk mensuplai pasar maupun industri,” ujar Enggar lagi.

Mendag menambahkan, kebutuhan daging lebaran tahun ini sebanyak 50 ribu ton. Dengan stok 50 ribu ton di satu pabrik saja, maka tidak perlu khawatir akan potensi kelangkaan daging selama Ramadan dan lebaran. “Posisi stok saat ini secara keseluruhan berjumlah 78 ribu ton, ditambah yang ada di pasar, maka persediaan berlebih,” tegas Mendag.

Dari penyimpanan daging, Mendag langsung mengunjungi pabrik minyak goreng milik Grup Musimas yang terletak tidak jauh dari gudang milik PT Dua Putra.

Di tempat ini, Mendag mendapat keterangan bahwa stok minyak goreng curah dan minyak goreng kemasan sederhana, aman.

Di satu pabrik ini saja, stok minyak curah mencapai 2400 ton. Untuk pasar ritel modern, pabrik ini memasok 1.800 dus per hari. “Di pasar ritel dijual Rp11.000. Hari ini 72 ribu liter dikirimkan ke Indomaret. Stok tidak ada kekhawatiran. Satu pabrik saja, 1 juta liter tidak persoalan,” jelas Mendag.

Mendag menegaskan, dengan kondisi stok daging dan minyak yang aman, masyarakat bisa menyambut Ramadan dan lebaran dengan tenang. “Pemerintah mau berupaya agar masyarakat melaksanakan puasa, ibu-ibu bisa menyiapkan segala sesuatunya dengan senyum,” katanya.

Tak berhenti di pabrik Musimas, Mendag melanjutkan kunjungannya ke pabrik minyak goreng milik PT Panca Nabati Prakarsa di Pulogadung, Jakarta Timur. Di pabrik ini, Mendag mendapat keterangan bahwa perusahaan milik Adi Wisoko Kasman itu memproduksi 60 ribu minyak goreng kemasan sederhana per hari. “Kebutuhan minyak goreng Ramadan dan lebaran itu sekitar 20 juta liter. Dan kalau lihat dari kapasitas produksi di kita, jauh berlebih,” kata Mendag.

Dengan demikan, kata Mendag, hasil kunjungan hari ini dapat disimpulkan bahwa stok daging dan minyak goreng jelang Ramadan dan lebaran aman.

Sementara itu, Presdir PT Panca Nabati Prakarsa Adi Wisoko Kasman mengatakan, saat ini semua pengusaha sudah tidak bisa main-main. Sebab sistem yang dibangun oleh Kemendag sangat bagus. Sehingga, stabilitas harga bisa terjaga. “Kemendag saat ini kontrol sistemnya update dan tegas. Jadi gak bisa main-main. Luar biasa,” kata Adi Wisoko. (*/arya)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_810" align="alignleft" width="300"] Effendi Gazali[/caption] POSKOTA.CO - Pakar Komunikasi Politik Effendi Ghazali melayangkan protes ke Mahkamah Konstitusi meminta penjelasan atas ketidakkonsistenan dan memiliki sikap berbeda dalam mengadili suatu perkara. Dalam surat itu, Effendi meminta penjelasan tentang permohonannya terhadap pelaksanaan Pemilu Serentak yang membutuhkan waktu satu tahun lebih. Dia mengungkapkan bahwa pengujian Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden itu didaftarkan Effendi pada 10 Januari 2013 dan baru diputus 23 Januari 2014. Sementara, saat menguji Undang-Undang nomor 4 tahun 2014 tentang Penetapan Perppu nomor 1 tahun 2013 tentang Perubahan Kedua atas UU Mahkamah Konstitusi, MK hanya membutuhkan waktu 37 hari. "Putusan Mahkamah Konstitusi No 1PUU-XII/2014 dan 2/PUU-XII/2014 dibacakan setelah 37 dan 50 hari sejak pendaftaran perkara, sedangkan Putusan PUU kami nomor 14/PUU-XI/2013 dibacakan setelah 1 tahun 13 hari (378 hari) sejak pendaftaran perkara," ungkap Effendi, dalam suratnya. Effendi juga memprotes dasar pertimbangan yang digunakan, yakni saat mengadili UU MK, mahkamah mempertimbangkan perlu segera memutus perkara karena terkait dengan agenda ketatanegaraan Tahun 2014, yaitu pemilihan umum anggota DPR, DPD, dan DPRD provinsi/kabupaten/kota, serta pemilihan umum Presiden dan Wakil Presiden. Namun, lanjutnya, dalam mengadili UU Pilpres yang diajukan Effendi, MK tak menggunakan pertimbangan serupa. Oleh karena itu, Effendi dalam suratnya mempertanyakan, apakah konstitusionalitas dalam penyelenggaraan Pemilu 2014 kalah penting dibandingkan dengan potensi sengketa hasil pemilu yang akan ditangani oleh MK. Effendi mengharapkan respon secepatnya dari MK, jka sampai 14 hari tidak mendapatkan respon, maka dia mengancam akan melaporkan masalah ini ke Dewan Etik MK. djoko-antara