taher 17/05/2014
Ilustrasi
Ilustrasi

POSKOTA.CO – Warga negara Inggris Nicholas Jhon Hyamm bersyukur kasus penipuan jual-beli tanah yang dialaminya berlanjut di Pengadilan Negeri Denpasar setelah Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) dibatalkan hakim.

“Saya bersyukur kasus ini berlanjut kembali setelah tujuh tahun,” kata Nicholas Jhon Hyamm di Denpasar, Sabtu. Kasus ini sempat mengalami 18 kali pergantian berkas dari jaksa ke penyidik hingga akhirnya muncul surat SP3.

Pada persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Denpasar, Jumat (16/5) Majelis Hakim Tunggal Cening Budiana dalam sidang praperadilan memutuskan surat SP3 atas perkara dugaan penipuan yang melibatkan Reinta Sortaria Situmorang dan Tsuy Shiraishi (terlapor) tidak sah. Karena dianggap tidak sah, pihak kepolisan yaitu Polda Bali harus membuka kembali kasus itu.

Kuasa hukum korban Joao Meco mengaku sangat lega karena kasus tersebut sudah berlangsung cukup lama sejak 2007. “Dengan dimenangkanya kasus ini kami anggap masih ada keadilan di negeri ini,” ujar Joao Meco yang ditemui usia sidang di PN Denpasar.

Kasus itu berawal dari adanya jual beli tanah antara terlapor Tsuy Shiraishi dan Reinta Sortaria Situmorang pada 2014. Akhirnya kesepakatan pun terjadi dan dibuatlah akta jual beli dengan harga yang sudah disepakti.

Nicholas Jhon Hyamm mengaku sudah melaksanakan kewajibanya untuk membayar tanah yang dibelinya. Namun,pembayaran yang sudah lunas tersebut tidak mendapatkan tanah yang diinginkan. Atas hal itu akhirnya korban melaporkan kasus ini ke Polda Bali.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*