harmono 05/05/2014

POSKOTA.CO – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad mengatakan status Bendahara Umum Partai Golkar Setya Novanto masih sebagai saksi dalam kasus pengadaan kartu tanda penduduk elektronik di Kementerian Dalam Negeri.

“Status Setya Novanto bisa berubah dari saksi menjadi tersangka, jika ditemukan bukti-bukti yang mengarah ke sana,” kata Abraham Samad kepada wartawan di Kupang, Senin, terkait status Setya Novanto dalam kasus pengadaan E-KTP yang sedang dalam pemeriksaan.

“Khusus untuk Setya Novanto, statusnya masih saksi termasuk ada beberapa kasus yang ditengarai ada keterlibatan beliau,” katanya.

Dia mengatakan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi terus mendalami kasus dugaan korupsi pengadaan E-KTP di Kementerian Dalam Negeri.

Dalam rangka pendalaman kasus tersebut, penyidik melakukan penggeledahan di Kantor PT Len Industri di Jalan Soekarno-Hatta, Bandung, Jawa Barat, Selasa (29/4).

PT Len Industri (Persero) merupakan salah satu dari lima perusahaan BUMN dan swasta yang menjadi konsorsium pemenang tender proyek pengadaan e-KTP di Kementerian Dalam Negeri.

Selain PT Len Industri, perusahaan lainnya adalah Perum Percetakan Negara RI, PT Sucofindo (Persero), PT Quadra Solution, dan PT Sandipala Arthaputra.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan pada Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri, Sugiharto sebagai tersangka.

Dalam proyek senilai Rp 6 triliun itu, Sugiharto menjabat sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
Ketua KPK Abraham Samad, Jaksa Agung Basrief Arief, dan Wakapolri, Komjen Polisi Badrodin Haiti tiba di Kupang, Minggu (4/5).

Tiga pimpinan lembaga penegak hukum itu berada di Kupang, NTT untuk menjadi narasumber pelatihan peningkatan kapasitas penyidik tindak pidana korupsi (Tipikor) di NTT selama 5-9 Mei 2014.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*