SEORANG AKPOL LULUSAN 2012 BUNUH DIRI – Poskota.co
Saturday, September 23

SEORANG AKPOL LULUSAN 2012 BUNUH DIRI

M-Syahrir121POSKOTA.CO – Kanit Resmob Polresta Bandar Lampung, Iptu M.Syahir Perdana Lubis, Sabtu (6/2) sore ditemukan tewas di rumah dinasnya. Hingga Minggu motif kematian perwira lulusan Akpol 2012 itu masih dalam penyelidikan. Apakah perwira muda tersebut menghabisi nyawanya sendiri menggunakan senjata api atau ada hal lain.

Sebelum ditemukan meninggal, perwira yang juga menjabat Kanit Tipikor itu kerap mengeluh sakit lambung yang tak kunjung sembuh. “Apakah bunuh diri atau ada penyebab lain, masih dalam penyelidikan,” ungkap Kabid Humas Polda Lampung, AKBP Sulistyaningsih, Minggu (7/2).

Dari olah TKP di tempat kejadian, sambung Sulis, Kanit Tipikor Polresta Bandar Lampung itu mengalami luka tembak di sebelah kanan kepalanya tembus sampai belakang, dan langsung dibawa ke RS Bhayangkara untuk di visum dibagian luar dari pukul 16.30 Wib sampai 17.00 Wib selesai.

Sulis mengatakan, ada luka tembak di bagian kepala Syahir. “Ada luka tembak di kepala bagian kanan tembus belakang,” ujar Sulis, Sabtu (6/2/2016). Syahir ditemukan tewas di rumah dinasnya di samping markas Polresta Bandar Lampung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_2898" align="alignnone" width="300"] Anang Iskandar[/caption] POSKOTA.CO- Kepala Badan Narkotika Nasional(BNN) Komjen Anang Iskandar mendesak kepada Jaksa Agung Prasetyo untuk segera mengeksekusi terpida mati kasus narkoba. Salah satunya adalah terpidana mati yang kembali mengendalikan bisnis narkoba Warga Negara Nigeria, Silvester Obiek. "Iya, ingin (Silvester) segera dieksekusi mati? Saya laporkan tadi ke Pak Jaksa Agung," kata Anang kepada wartawan di Kejagung, Senin(2/2). Anang berharap, eksekusi mati yang dijalankan pihak kejaksaan, diharapkan tidak terlalu lama waktunya dari eksekusi mati pertama. "Kami ingin efek jera bagi mereka, eksekusi hukuman mati perlu tapi jangan sekali dan jedanya jangan terlalu panjang. Semoga gelombang kedua nggak tahun depan. Kami ingin penegak hukum punya integritas yang tinggi," ujar mantan Kapolda Jambi ini. Sementara itu, Jaksa Agung M Prasetyo mengaku, pihaknya masih menunggu grasi yang diajukan Silvester Obiek ke Presiden Joko Widodo(Jokowi). "Yang bersangkutan (Silvester) ajukan grasi, nanti kita cek lagi,‎" kata Prasetyo. Sebelumnya, petugas BNN mencokok seorang kurir shabu bernama Dewi disebuah parkiran hotel Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada pukul 22.30 WIB.Dari tangan Dewi petugas menyita barang bukti 1.794 gram shabu. Kepada penyidik, Dewi mengaku, dirinya disuruh Andi teman satu sel Silvester Obiek, untuk mengirimkan shabu tersebut kepada seseorang berinsial E yang masih buron. Belakangan diketahui, bisnis narkoba tersebut dikendalikan oleh Silvester Obiek yang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan(LP) Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, dan sudah beberapa kali tersangkut kasus narkoba dan divonis hukuman mati.(sapuji)