SENIMAN JALANAN HARUS DIBERI AKSES LUAS DALAM BERKARYA DAN TETAP PADA HABITATNYA – Poskota.co
Wednesday, September 20

SENIMAN JALANAN HARUS DIBERI AKSES LUAS DALAM BERKARYA DAN TETAP PADA HABITATNYA

Mendikbud Muhadjir Effendy, Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid dan Ridho Slank, bersama musisi jalan foto bersama usai tampil pada acara Uji Gelar Pentas Ekspresi Seniman Jalanan di Graha Insan Berprestasi, Gedung A Kemendikbud Jakarta, Senin (5/6).

POSKOTA.CO – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendibud) mengapresiasi musisi jalanan dengan mengadakan acara Uji Gelar Pentas Ekspresi Seniman Jalanan di Graha Insan Berprestasi, Gedung A Kemendikbud Jakarta Pusat, Senin (5/6). Sekitar 12 kelompok seniman jalanan, termasuk kelompok disabiltas yang ada di Jakarta manggung dalam acara tersebut.

Kemendikbud juga berinisiatif memfasilitasi seniman jalanan untuk bisa tampil di berbagai mal di wilayah Jakarta. “Seperti pada bulan puasa sekarang ini, ada baiknya kita mendengar musik untuk menurunkan tensi kita dalam suasana yang penuh dengan ketegangan politik selama ini,” ucap Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, dalam sambutannya pada Uji Gelar Pentas Ekspresi Seniman Jalanan.

“Saya berharap dengan menampilkan musik di ruang-ruang publik, membuat suasana yang tidak baik, bisa memberi suatu kesejukan. Saya juga berharap kegiatan ini bisa dikembangkan ke berbagai daerah, sehingga suasana seperti itu bisa menyebar ke seluruh Indonesia,” kata Muhadjir.

Muhadjir juga mengatakan, para musisi jalanan ini sebaiknya tetap berkarya di jalanan. “Jangan dicabut dari habitatnya. Sebab dengan berkarya di lingkungannya, musisi jalanan bisa menghasilkan karya yang otentik. Musisi jalanan sebaiknya diberikan tempat atau akses luas untuk berkarya,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid berharap kegiatan uji gelar seniman jalanan seperti ini dapat meningkatkan kreativitas seniman jalanan, bukan hanya sekadar menyanyikan lagu-lagu yang sudah ada.

Acara yang juga dihadiri Ridho Slank ini bertujuan untuk memberi apresiasi kepada musisi yang belum mendapat kesempatan mengapresiasi karya musiknya di tempat yang layak. “Dengan diadakan acara ini, maksudnya bukan memindahkan para seniman jalanan ke gedung, tapi membuat seni jalanan itu menjadi lebih indah,” ucap Hilmar.

“Sore hari ini kita menyaksikan karya seniman jalanan, sehingga bisa memberi nuansa kesenian musik di Tanah Air,” pungkas Dirjen Kebudayaan Kemendikbud ini. (*/dade/rel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
POSKOTA.CO - BRI Cabang Kabupaten Majene mangkir dari panggilan Ombudsman Provinsi Sulawesi Barat untuk melakukan klarifikasi terkait raibnya tabungan warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar di Bank BRI Cabang Majene. "Kami sudah melakukan panggilan kepada Kepala Bank BRI Majene untuk melakukan klarifikasi atas raibnya tabungan warga di BRI Majene, namun Bank BRI Majene mangkir dari panggilan," kata Asisten Bidang Pencegahan Ombudsman Perwakilan Provinsi Sulbar, Muhammad Sukriadi Azis S,Ip di Mamuju, Jumat. Ia mengatakan, Ombudsman kembali memanggil Kepala BRI Cabang Majene sampai pada panggilan ketiga dan bila belum diindahkan panggilan yang ketiga maka akan dilakukan pemanggilan paksa dengan melibatkan aparat kepolisian. "Kami akan lakukan panggilan sesuai dengan kewenangan Ombudsman Sulbar kami harap BRI Majene bersedia menerima panggilan Ombudsman Sulbar," katanya. Menurut dia, Ombudsman Sulbar telah menerima laporan nasabah BRI Majene yang tabungannya raib di BRI Majene sebanyak Rp400 juta, raib, "Kami telah menerima laporan dari seorang warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polman, atas nama Subli Sukardi, yang mengaku uang tabungannya raib senilai Rp400 juta, di Bank BRI Cabang Majene, sehingga kita panggil BRI Majene melakukan klarifikasi," katanya. Ia mengatakan, warga itu menyampaikan jika uangnya raib diduga karena telah terjadi penggelapan dana di Bank BRI Majene. "Pelapor mengaku bahwa diduga salah seorang oknum pegawai negeri sipil di lingkup Pemkab Majene, telah bersekongkol dengan staf Bank BRI Majene, mencairkan tabungannya sehingga tabungannya raib," katanya. Menurut dia, uang tabungan pelapor telah ditarik sebanyak tiga kali direkeningnya sehingga tabungannya itu raib sejak bulan Juli tahun 2013. Ia menyampaikan bahwa atas laporan tersebut maka pihak Ombudsman Sulbar menindaklanjutinya dengan memanggil Kepala BRI Majene dan melakukan pemeriksaan terhadap staf Bank BRI dan oknum PNS yang dimaksud, namun yang dipanggil ternyata mangkir.