harmono 08/02/2015
Almarhum Djuju Srimulat
Almarhum Djuju Srimulat

POSKOTA.CO – Almarhumah pelawak terkenal anggota Srimulat Djudjuk Djuwariyah semasa hidupnya pernah berpesan kepada Pemerintah Kota Surakarta agar Taman Balekambang segera dikembangkan karena dapat menjadi salah satu ikon tempat pariwisata di Solo.

“Kami setiap ketemu dengan Bu Djudjuk semasa hidupnya, beliau berpesan agar Pemkot Surakarta segera mengembangkan Taman Balekambang Solo, yang dulunya tempat panggung pagelaran sandiwara komedi grup Srimulat di masa kejayaannya,” kata Wali Kota Surakarta, F.X. Hadi Rudyatmo disela melayat di rumah duka, Djudjuk Djuwariyah di Gremet Manahan Solo, Sabtu.

Menurut Hadi Rudyatmo, Pemkot Surakarta merasa kehilangan seorang tokoh seniman yang luar biasa, dengan diiringi doa semoga arwahnya diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

Hadi Rudyatmo, menjelaskan bu Djudjuk semasa hidupnya pernah berpesan kepadanya, bahwa Taman Balekambang di Manahan Solo, segera dikembangkan, karena di tempat itu, banyak dilahirkan seniman-seniman muda yang berpotensi.

Oleh karena itu, Pemkot Surakarta hukumnya wajib melestarikan Taman Balekambang karena Solo salah satu daya tariknya sebagai kota budaya yang bertumpu pada kesenian dan pariwisata.

Pihaknya mengakui telah melakukan upaya mempertahanan Taman Balekambang hingga sekarang, tetapi pengembangan tempat itu, perlu adanya terobosan-terobosan yang dapat menunjukan bahwa Solo merupakan kota budaya.

Menurut dia, Taman Balekambang dulunya sempat sebagai tempat panggung grup lawak Srimulat yang pernah berkibar di bawah pimpinan, Teguh Slamet Rahardjo (almarhum) yang juga suami Djudjuk.

“Grup Srimulat hadir di Balekambang Solo, sekitar 1980-an. Pada lokasi itu, banyak digelar seni budaya antara lain panggung sandiwara komedi Srimulat dan ketoprak,” katanya.

Oleh karena itu, Pemkot Surakarta tetap mendorong dan memberikan motivasi dalam mengembangkan salah satu tempat pariwisata Taman Balekambang yang kini banyak dikunjungi masyarakat. Balekambang kini dapat digunakan berbagai kegiatan seni budaya.

Rudyatmo mengatakan, Bu Djudjuk sebagai penerus grup komedi Srimulat kini telah tiada, maka masyarakat Solo merasa kehilangan seorang tokoh seniman yang menjadi panutan itu, dan dikenal secara nasional memberikan inspirasi-inspirasi bagi seniman muda untuk ikut melestarikan seni budaya Indonesia.

Menurut Rudyatmo, almarhumah semasa hidupnya telah memberikan inspirasi terhadap seniman muda di Kota Solo, sehingga banyak muncul seniman-seniman muda profesional.

“Bu Djudjuk ini, seorang sosok seniman asal Solo penerus mendiang suaminya, Teguh Slamet Rahardjo pendiri Srimulat yang belum ada gantinya. Beliau di Srimulat tetap konsisten dengan baik, bernampilan sedeharna, sopan dalam berbusana, dan tutur katanya,” kata Rudyatmo.

Menyinggung soal grup lawak Srimulat yang pernah berkibar di Balekambang Solo, Rudyatmo menjelaskan, Pemkot Surakarta selalu mendorong dan memberikan motivasi untuk mengembangkan salah satu tempat pariwisata itu.

Menurut Rudyatmo, ketika grup Srimulat hadir di Balekambang Solo, sekitar 1980-an, di gelar selain panggung sandiwara komedi Srimulat, juga ada seni budaya ketoprak.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*