taher 20/05/2014

7timbangPOSKOTA.CO – Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Tengah Komisaris Besar Polisi Istu Hari Winarto menilai sanksi denda terhadap kendaraan yang melebihi muatan di jembatan timbang tidak memberi efek jera.

“Banyak masukan dari masyarakat tentang penindakan yang harus dilakukan terhadap kendaraan yang melebihi muatan tersebut,” kata Istu di Semarang, Senin.

Menurut dia, keberadaan jembatan timbang masih penting, namun mekanisme tentang sanksi yang akan dijatuhkan perlu dikaji ulang.

Ia menilai saksi tegas yang dapat memberi efek jera di jembatan timbang yakni menurunkan kelebihan muatan yang dinilai melanggar. “Siapkan tempat di tiap jembatan timbang untuk menurunkan muatan yang kelebihan,” katanya.

Kelebihan muatan tersebut, lanjut dia, bisa saja dilelang yang hasilnya masuk ke kas negara. “Pemasukan dari hasil lelang ini bisa jadi lebih besar dibanding denda yang saat ini berlaku,” tambahnya.

Meski demikian, lanjut dia, keputusan ada di Dinas Perhubungan sebagai pihak yang berwenang atas pengoperasian jembatan timbang.

Menurut dia, perlu ada penyesuaian mekanisme, misalnya melalui peraturan gubernur, untuk mempertegas sanksi yang dijatuhkan.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berencana menutup sembilan dari 16 jembatan timbang yang ada di provinsi setempat setelah melakukan evaluasi kelembagaan dan sumber daya manusia.

Selain berencana menutup sembilan jembatan timbang, Ganjar juga akan mengurangi jam operasional di tiap jembatan timbang.

Terkait dengan evaluasi jembatan timbang, Ganjar berencana mengubah Peraturan Gubernur Nomor 5 Tahun 2012 tentang jembatan timbang menjadi peraturan baru yang lebih terinci.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*