Djoko Waluyo 11/03/2015

caturposkota.co – Sejak hari Minggu tanggal 1 Maret 2015, di Floating Market Lembang (FML) dibuka ‘Rumah Catur’. Acara ini rutin digelar setiap hari Minggu mulai pukul 10 sampai pukul 4 sore. Tempat arenanya nyaman, sebuah joglo yang menghadap ke danau, sehingga para pecatur sambil main catur sesekali bisa melirik keindahan danau. Disana ‘Rumah Catur’ itu.

‘Rumah Catur’ ini diperuntukkan bagi pengunjung FML, dan gratis alias tak ada penarikan tiket. Papan catur juga sudah disediakan, para tamu tinggal main. Soal lawan, bisa membawa lawan sendiri, atau melawan pengunjung lain yang kebetulan mencari lawan. Atau melawan atlet tamu yang disediakan oleh di’ Rumah Catur’.

Pada hari pertama ‘Rumah Catur’ digelar, atlet tamunya adalah Dedi Hertanto, pecatur tuna netra yang sudah punya prestasi di Porda Jabar.

Dalam 7 games yang digelar, ia hanya satu kali, itu pun dalam game terakhir, mungkin sudah kelelahan setelah terus-terusan bertanding hari itu dengan orang –orang yang berbeda. Menurut Dahlan Effendi, dari Percasi Jawa Barat yang bekerja sama dengan FML, ‘Rumah Catur’ ini merupakan peningkatan kembali sosialiasi olahraga catur. “Memasyarakatkan bisa dimana saja. Di tujuan wisata juga bisa. Buktinya peminatnya banyak,” ujar Dahlan.

Berdasarkan pemantauan Poskota.Co, yang datang main di ‘Rumah Catur’ adalah pengunjung yang datang ke FML bersama keluarganya, atau komunitasnya. Namun setelah mengetahui ada ‘Rumah Catur’ ia meminta kepada keluarganya untuk meluangkan waktu main catur. Sementara keluarganya berkeliling memutari keindahan FML.

Bahkan seorang anak yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) begitu melihat ‘Rumah Catur’ langsung menantang ayahnya main catur. Al hasil, keluarganya meninggalkannya berkeliling FML, sementara anak dan bapak ini bertarung diatas papa catur, dan sang bapak kalah dalam sebuah permainan satu game.

Ada juga seorang pengunjung FML yang meminta izin untuk menjadikan ‘Rumah Catur’ sebagai arena perlombaan di RT dan RW nya di waktu mendatang, dan dipersilahkan oleh pengelola ‘Rumah Catur’, dengan catatan soal hadiah harus disediakan sendiri, tanpa melibatkan ‘Rumah Catur’. ‘Rumah catur’ hanya memfasilitasi.
Coba Anda datang ke FML pada hari Minggu, dan menyambangi ‘Rumah Catur’ disana banyak berkerumun orang, baik yang mau main catur maupun yang sekadar melihat orang main catur. (DJ)

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*