Djoko Waluyo 17/04/2015

rioPOSKOTA.CO – Jengkel, kesal. Belum apa-apa korban sudah bilang lama sekali. “Cepat keluarin,” pinta korban dengan nada tak suka. Ditambah dikatain keringat bau. Itulah penyebab utama Rio Santoso,26, tega mencekik Deudeuh Alfi atau yang akrab disebut Tata Chubby,26.

Kini, pria yang sehari-hari bekerja sebagai guru leas tersebut harus menerima ganjaran tidur di balik jeruji dan berpisah dengan anak-istri. “Saya belum sempat Ughh, disuruh udahan,” ungkap Rio sambil merunduk menutup wajahnya.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Ajun Komisaris Besar Polisi Albert Sianipar menjelaskan, Rio Santoso membunuh karena tersinggung dengan pernyataan korban yang menyebut dirinya bau badan saat berhubungan intim. “Dia membunuh belum selesai,” ungkap Albert disambut tawa wartawan.

Kini, tempat kost yang dijadikan sarang esek-esek terancam ditutup pihak Pemda Walikota Jaksel. Wali Kota Jakarta Selatan, Syamsuddin Noor memerintahkan camat dan lurah mengaktifkan operasi terhadap kos-kosan yang dijadikan tempat mesum.

“Saya sudah suruh para Camat, dan Lurah untuk melakukan pendataan. Melalui Muspika kami akan melakukan operasi,” kata Syamsuddin di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (16/4/2015).

Menurutnya hingga saat ini dia belum mendapatkan data kos-kosan yang rawan tindakan prostitusi. Namun, target operasinya adalah tempat-tempat yang dicurigai sebagai tempat yang sudah berubah fungsi. “Kami akan operasi di tempat-tempat yang dicurigai.Setelah data masuk, mana titik yang kita operasikan,” tegasnya.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*