taher 12/09/2015
Nursalim, pembunuh wanita Jepang
Nursalim, pembunuh wanita Jepang

POSKOTA.CO – Mursalim, Satpam Apartemen Casa Grande yang membunuh wanita Jepang Yoshimi Nishimura, 28 tahun, karyawati PT Yamaha Indonesia, sudah lama mengincarnya, karena mengetahui wanita berkulit bersih itu tinggal sendirian di kamarnya.

Tersangka Mursalim memang sudah lama memperhatikan gerak-gerik korban dan mengincar hartanya. Korban selalu pulang di jam dirinya bertugas, yakni pada shift security malam hari. Dimana setiap malam Mursalim lah yang berjaga di lobi apartemen.

Munculah ide jahat satpam tersebut merencanakan menyumpal anak kunci pintu unit apartemen yang disewa Yoshimi. Mendapati kuncinya tak bisa dibuka,  akan turun ke lobi dan mengadu ke resepsionis. Lalu Mursalim pura-pura membantu Yoshimi membuka kunci. Padahal, niat jahatnya sudah tersembunyi.  Begitu kunci dibuka, dicekiknya korban.

Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Tito Karnavian saat jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jumat (11/9/2015) mengungkapkan, pekan kemarin, kata Kapolda, tersangka Mursalim menyumbat rumah kunci unit apartemen korban sebanyak 3 kali. ” Di 2 kesempatan Mursalim melewatkan kesempatan merampok korban, baru melakukannya di kesempatan ke 3 pada Jumat (4/9) malam,” ungkap Tito.

Begitu selesai memperbaiki kerusakan yang Ia buat sendiri, Nursalim menerobos masuk ke unit apartemen bersama Yoshimi. Dia kemudian mematikan lampu, lalu mengunci pintu kamar. Mursalim kemudian membanting Yoshimi dan mencekiknya di lantai sambil membenturkan kepala perempuan itu.

Setelah tak sadarkan diri dan tewas, Mursalim melucuti seluruh pakaian korban yang terkena darah, lalu mengangkatnya ke tempat tidur.

Mayat Yoshimi lalu dibasuh dengan air hangat untuk membersihkan darahnya. Selain itu Mursalim juga sempat membuka celana dalam korban untuk diganti baru seakan kematiannya bukan karena kekerasan.

Usai membunuh korban pada Jumat (4/9/2015) malam, Nur Salim mengaku panik. Dia sempat meninggalkan unit apartemen yang disewa Yoshimi sekira pukul 00:30 WIB, Sabtu (5/9/2015). Saat itu kondisi unit apartemen itu masih berantakan.

Jenazah Yoshimi masih tergeletak di lantai dan Ia belum mengambil satu pun barang berharga korban. “Saya turun dulu ke lobi, bahkan basement,” kata Mursalim kepada wartawan, usai jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jumat (11/9/2015) sore.

Di lobi, Mursalim kemudian bertemu dengan Komandan Regunya. Dia kemudian meminta ijin untuk pergi keluar dan berjanji akan kembali lagi. “Kalau kerja shift malam, saya memang punya jatah istirahat 3 jam, mulai pukul 01.00 sampai 03.00,” kata Mursalim.

Setelah dipersilahkan oleh komandan Regunya, Mursalim tak pergi keluar. Dia justru kembali lagi ke unit apartemen dimana Dia baru saja membunuh Yoshimi. Saat kembali itulah Dia lekas melucuti baju dan celana korban yang bersimbah darah.

“Kemudian saya bersihkan darah-darah yang ada di mukanya dan badannya itu dengan air hangat,” ucapnya. Dia mengaku membersihkan itu memakai kain dan baju yang kemudian Ia buang di tong sampah di lantai 10 apartemen itu.

Setelah tubuh dan muka dibersihkan, Mursalim membuka celana dalam korban, lalu menggantinya dengan celana dalam yang baru. “Soalnya terkena darah celana dalam itu,” kata Mursalim.

Kemudian Mursalim mengangkat tubuh korban ke kasur dan menidurkannya serta menyelimutinya.
Selanjutnya barulah Mursalim membersihkan lantai yang juga bersimbah darah. Setelah itu barulah Dia pergi dengan membawa barang berharga korban.

Mursalim mengambili barang berharga korban berupa uang tunai senilai Rp 7 Juta, ponsel dan perhiasan senilai Rp 19 Juta.

Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Eko Hadi Purnomo, menceritakan, di kali kedua pelaku merusak rumah kunci unit apartemen korban, bahkan pelaku merusaknya terlalu berlebihan.

Dia terlalu banyak menyumpalkan kertas, sehingga Dia sendiri sulit memperbaikinya. Sampai kemudian dibantu oleh teknisi apartemen. “Jadi ini memang sudah sangat direncanakan,” kata AKBP Eko.

Makanya pihaknya akan menjeret Mursalim dengan pasal berlapis yaitu selain Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, juga akan dijerat Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup dan atau hukuman mati.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*