REM BLONG, TRUK TABRAK MINIBUS DAN TERGULING TIMPA DUA MOTOR – Poskota.co

REM BLONG, TRUK TABRAK MINIBUS DAN TERGULING TIMPA DUA MOTOR

Truk terguling di Depok

POSKOTA.CO – Diduga akibat rem blong, sebuah truk pengangkut genset mengalami kecelakaan di pertigaan Jalan Juanda-Margonda Raya, Depok, Jawa Barat, Rabu (17/5) malam. Truk yang sudah tak bisa dikendalikan oleh pengemudinya itu, menabrak trotoar sebelum akhirnya terguling dan menimpa dua sepeda motor serta satu mobil.

Truk yang dikemudikan Mahyudin bernopol B 9287 ZV itu sebelumnya melintas di Jalan Juanda menuju arah Jalan Margonda Raya. Namun sebelum tiba di lampu merah pertigaan Jalan Juanda-Margonda Raya, rem truk blong. Mahyudin yang berupaya menghentikan truk, akhirnya membanting kemudi ke bahu jalan.

“Pas mau sampai lampu merah, saya rem. Ternyata remnya blong. Untuk menghindari kendaraan yang ada di depan, saya banting stir ke kiri,” ujar Mahyudin saat berada di pos pol persimpangan Jalan Juanda-Margonda Raya.

Truk terguling di Depok-1

Mahyudin mengatakan, genset yang diangkut dari Dadap, Tangerang, Banten, hendak diantar ke sebuah gereja di wilayah Depok.

Aparat Satuan Lalu Lintas Polresta Depok yang datang ke lokasi kejadian, langsung melakukan pengamanan. Di lokasi kejadian, polisi mengimbau kepada masyarakat agar menjauh dari truk.

Hingga malam tadi, polisi masih memintai keterangan Mahyudin, sang sopir truk. (*/arya)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_2327" align="alignleft" width="300"] Ilustrasi[/caption] POSKOTA.CO - Komisi Pemberantasan Korupsi menerima sembilan laporan penerimaan gratifikasi berupa pemutar musik elektronik Ipod Shuffle yang diterima saat resepsi pernikahan anak Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi. "Sudah ada sembilan orang yang melaporkan Ipod kepada KPK," kata Juru Bicara KPK Johan Budi, Jumat (21/3). Sembilan orang yang melaporkan penerimaan itu adalah Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta Ratiyono, satu orang hakim Pengadilan Tinggi, Ketua Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Made Rawa Aryawan, dua orang hakim Mahkamah Agung, satu orang pejabat Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan, satu pejabat Komisi Yudisial dan dua orang pejabat dari Ombudsman. "Laporan ini akan kita analisa dan klarifikasi," kata Direktur Gratifikasi KPK Giri Suprapdiono. Sebelumnya, Ketua Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI) cabang Mahkamah Agung Gayus Lumbuun saat datang ke KPK bersama empat hakim agung lain pada Kamis (19/3) mengatakan bahwa para hakim akan melaporkan pemberian tersebut ke KPK. "Kami akan mempersiapkan surat laporan dari IKAHI cabang MA karena penerima iPod sebagian besar adalah hakim-hakim di MA, hakim agung dan hakim-hakim yang ditugaskan di lingkungan MA," kata Gayus, Kamis (19/3). Gayus juga menyerahkan contoh iPod yang akan dinilai KPK. "Menurut hitungan kami, data yang kami miliki (harganya) di bawah Rp500 ribu, jadi kami berpandangan ini bukan gratifikasi yang dilarang, tapi kami menyerahkan pada KPK untuk menilai, oleh karena itu yang kami urus adalah hakim-hakim yang menerima," ujar Gayus.