Djoko Waluyo 08/03/2014
Hafid dan sang pacar yang sadis
Hafid dan sang pacar yang sadis

POSKOTA.CO – Rajin ibadah itulah yang membuat teman teman Ahmad Imam Al Hafid, tak percaya kalau dia sebagai pembunuh keji Ade Sara Angelina, mantan kekasihnya.
Hampir semua teman yang mengenalnya seakan tak percaya dengan tindakan sadisnya itu. Hal itu lantaran Hafid dikenal sebagai pemuda yang baik dan santun.
Rupanya, dibalik kesantunan dan rajin ibadah tersimpan kekejian yang luar biasa. “Dia itu baik kepada semua temannya,” ungkap Riza, rekan dekatnya. Hafid yang tinggal di komplek perumahan Hafid di Pulogebang Permai Jalan Pulau Andalas III, Blok A1 No 8, Jakarta Timur juga aktif dalam pengajian remaja di masjid sekitar rumahnya.
Perilaku Hafid mulai berubah saat masuk kuliah. Pemuda berkacamata itu menarik diri untuk bergaul bersama teman-temannya di rumah.
Di usia yang masih muda, mengapa keduanya begitu mudah memutuskan untuk melakukan suatu tindakan kriminal?

DUAN MATA PISAU

Asmara, seperti halnya dua mata pisau. Tak jarang membuat orang ‘berunga-bunga’, tak jarang pula membuat orang buta mata. Karena cemburu, orang bisa bertindak nekat. Karena cinta ditolak, dukun pun bertindak, bahkan hingga membunuh secara biadab.
Motif pembunuhan ini juga asmara. Hafitd merasa kecewa karena sejak putus Ade Sara sangat sulit dihubungi. Apalagi diajak bertemu. Sementara Sifa cemburu kekasihnya masih saja berusaha menghubungi Ade Sara meski sudah tidak berpacaran.
Pembunuhan ini termasuk sadis. Ade Sara dipukuli oleh Sifa di dalam mobil dengan menggunakan sepatu. Tak hanya dipukuli, mulut mahasiswi Universitas Bunda

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*