Djoko Waluyo 31/03/2014
Gunung Slamet
Gunung Slamet

POSKOTA.CO – Persatuan Wartawan Indonesia Perwakilan Jawa Tengah VI (Banyumas) bersama Serayu Lawyer Club (SLC) menyalurkan bantuan untuk warga yang bermukim di lereng Gunung Slamet, khususnya Desa Limpakuwus, Kabupaten Banyumas.

Bantuan berupa 1.000 lembar masker tersebut diserahkan secara simbolis oleh Ketua PWI Perwakilan Jateng VI H. Sigit Oediarto kepada Kepala Desa Limpakuwus Darko dan Kepala Pos Aju Pengamatan Aktivitas Gunung Slamet Rasim di Desa Limpakuwus, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Senin.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua PWI Perwakilan Jateng VI H. Sigit Oediarto mengatakan bahwa bantuan tersebut sebagai bentuk kepedulian PWI dan SLC kepada warga Desa Limpakuwus.

“Kami berharap masker tersebut dapat dipakai warga saat terjadi hujan abu,” katanya.

Kendati demikian, dia mengatakan bahwa pihaknya tidak menginginkan terjadinya erupsi yang besar.

Kades Limpakuwus Darko mengatakan bahwa desa itu bersama enam desa lainnya di lereng selatan Gunung Slamet, termasuk wilayah rawan bencana erupsi.

“Wilayah kami sering terkena guyuran hujan abu tipis akibat letupan vulkanik Gunung Slamet,” katanya.

Oleh karena itu, kata dia, pihaknya sangat berterima kasih atas kepedulian PWI dan SLC yang menyalurkan bantuan berupa masker.

Sementara itu, Kepala Pos Aju Pengamatan Aktivitas Gunung Slamet Rasim mengatakan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Slamet terus meningkat.

“Bahkan, sepanjang hari Minggu (30/3) terjadi 10 kali letupan asap hitam mengarah ke barat. Namun, tidak sampai mengakibatkan terjadinya hujan abu di lereng selatan Gunung Slamet karena tertiup angin kencang,” katanya.

Berdasarkan hasil pemantauan Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Slamet di Gambuhan, Kabupaten Pemalang, seperti yang dirilis oleh Posko Induk Penanggulangan Erupsi Gunung Slamet Kabupaten Banyumas disebutkan bahwa pada hari Senin (31/3) pukul 00.00–06.00 WIB, terjadi 19 letusan asap kelabu setinggi 100 meter ke arah barat.

Hingga saat ini, Gunung Slamet masih berstatus “Waspada” (Level II) dan warga dilarang beraktivitas dalam radius 2 kilometer dari puncak.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*