Djoko Waluyo 25/07/2015

POSKOTA.CO – Bel sekolah berdering kencang, itu tanda pelajaran terakhir atau jam ke 7 usai. Biasanya jika bel sekolah berbunyi di jam terakhir, kami semua berteriak. Horeee…adalah teriakan yang umum, biasanya aku dan teman-teman langsung menata buku dan memasukkan ke tas. Kami sudah tidak mendengarkan guru yang belum rampung bicara.prambanan

Aku sudah tidak sabar ingin keluar dari kelas, tapi Pak Pringgo guru agama itu masih belum mengakhiri penjelasannya tentang 10 Perintah Allah. Guru yang satu ini, sudah sangat tua dan membuat kami mengantuk kalau beliau mengajar. Guru yang tidak menarik, pelajaran agama, jatuh di hari Senin jam ke 6-7. Komplit sudah balada mengantuk siswa di jam terakhir yang panas itu!

Sudah beberapa kali rombongan Jono yang duduk di belakang bilang amin, tetapi Pak Pringgo belum mengakhiri penjelasannya. Mungkin Pak tua yang tidak menarik atau menyebalkan buatku dan teman-teman ini merasa tanggung.

” kita lanjutkan Minggu depan dan bagi yang mempunyai Injil tolong dibawa”

Aku dan kawan- kawan akhirnya diam sewaktu Guru agama ini menyudahi penjelasannya, mengambil sikap doa lalu kami berdoa.

” Selamat Siang Pak”

Setelah doa Salam Maria selesai dan kami bilang amin, serentak kami mengucapkan selamat siang dan terimakasih kepada guru. Bergegas kami mengambil tas di laci lalu menyelempangkan ke pundak!

Gerombolan Susi nampak masih mengobrol sambil berjalan, aku berada tepat dibelakang mereka sehingga masih cukup jelas mendengar candanya. Dengan riang gembira dan suara cukup keras mereka mengeluh tentang pelajaran agama yang membuat mereka mengantuk…

prambanan 2” Sus…tadi pak Pringgo nerangin apa sih?”

Petruk bertanya kepada Susi sambil cengar cengir setengah menggoda.
Susi menjawab dengan santai, dia bilang mengantuk dan tertidur di kelas sehingga tidak tahu apa yang diterangkan guru agama.

” Petruk…kamu tanya Endang deh, dia biasanya rajin mencatat keterangan Pak Pringgo, lhaa aku tadi tertidur di kelas dan mimpi basah tuh”

Aku dan kawan-kawan tertawa terbahak mendengar guyonan Susi. Kantuk yang aku dan kawan-kawan rasakan di kelas hilang sudah. Akhirnya kami sampai di gerbang sekolah. Kelompok kami terpecah-pecah lebih kecil sesuai dengan jurusan pulang atau rumah masing-masing.

Bayu kakak kelasku sudah menungguku di pojok kiri jalan di luar sekolah. Disitu ada warung makan tempat anak-anak biasa nongkrong. Warung favorite murid-murid SMA Budi Luhur di Bintaran Kidul Yogya.

Belum lama aku sepakat berpacaran dengan anak kelas 3 IPA/1. Aku juga masih malu-malu ketika Bayu menungguku dan ingin mengantarku pulang ke rumah. ( Bersambung….By: Wita Lexia)

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*