harmono 04/05/2014

4-5uangPOSKOTA.CO – Proses hukum politik uang yang terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, mengecewakan karena vonis terhadap pelaku terlalu ringan dan pengusutannya dinilai tidak sampai menyeret aktor intelektual.

“Harusnya menyentuh sampai ke akar-akarnya. Kalau seperti ini tidak akan menimbulkan efek jera dan justru akan menjadi preseden buruk bagi demokrasi. Akhirnya nanti orang tidak takut melakukan politik uang karena jika tertangkap pun hukumannya ringan,” ucap Sekretaris Forum Bersama, Gahara di Sampit, Minggu.

Seperti diketahui, pada 30 April lalu majelis hakim di Pengadilan Negeri Sampit menjatuhkan vonis tiga bulan penjara dan denda Rp 1 juta subsider satu bulan kurungan terhadap Syahbudin alias Udin Ibung,45, yang dinyatakan terbukti bersalah terkait politik uang.

Vonis tersebut lebih ringan dibanding tuntutan jaksa yang menuntut lima bulan penjara dan denda Rp 2 juta subsider dua bulan. Udin Ibung dijerat atas pengakuan tiga warga yang diamankan karena mendapat uang dan mencoblos salah satu calon anggota legislatif dari Partai Demokrat atas perintah Udin Ibung.

Ketua Panitia Pengawas Pemilu Kotim, Eka Sazli sebelumnya mengaku tidak memanggil atau memeriksa caleg yang tersebut dengan alasan Udin Ibung mengaku tindakan kecurangan itu atas inisiatifnya, bukan atas perintah sang caleg.

BINGUNG

Menanggapi itu, Gahara mengaku bingung karena alasan tersebut menurutnya terlalu dangkal, apalagi dalam persidangan saksi sudah jelas menyebut nama caleg yang diminta Udin Ibung untuk dicoblos saat pemilu.

Sekadar mengulang, kasus politik uang di Kotim terbongkar ketika masyarakat Kelurahan Ketapang Kecamatan Mentawa Baru Ketapang mengamankan seorang pelaku yang hendak mencoblos menggunakan surat undangan atau kartu C6 atas nama orang lain.

Setelah ditelusuri, pelaku tersebut sebelumnya ternyata sudah menggunakan hak pilihnya di tempat tinggalnya di Desa Pelangsian. Pelaku mengaku bersama dua rekannya yang lain, menerima masing-masing Rp 100 ribu oleh Udin Ibung untuk mencoblos lagi di TPS lain untuk memilih salah satu caleg dari Partai Demokrat.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*