PRESIDEN JOKOWI BLUSUKAN KE PLAZA PEKALONGAN CARI SARUNG – Poskota.co
Saturday, September 23

PRESIDEN JOKOWI BLUSUKAN KE PLAZA PEKALONGAN CARI SARUNG

POSKOTA.CO – Sebelum menghadiri acara Maulid Nabi SAW yang digelar di Gedung Kanzus Sholawat, Kota Pekalongan, Presiden Joko Widodo menyempatkan diri blusukan ke Plaza Pekalongan, Jawa Tengah, Minggu (8/1) malam, untuk membeli sarung dan bertemu masyarakat kota tersebut.

Masyarakat setempat terlihat terkejut dengan kedatangan orang nomor satu di Indonesia itu. Para pengunjung plaza seketika berkumpul untuk melihat dan mencoba berjabat tangan dengan Presiden yang sedang memilih koleksi sarung di Toko Qoni yang terletak di lantai 1.

Presiden Jokowi saat blusukan ke Plaza Pekalongan untuk membeli sarung, sebelum menghadiri acara Mauid Nabi SAW, Minggu (8/1) malam, di Gedung Kanzus Sholawat, Kota Pekalongan, Jawa Tengah.
Presiden Jokowi saat blusukan ke Plaza Pekalongan untuk membeli sarung, sebelum menghadiri acara Mauid Nabi SAW, Minggu (8/1) malam, di Gedung Kanzus Sholawat, Kota Pekalongan, Jawa Tengah.

“Tadi Pak Presiden beli dua sarung, satu putih dan satu lagi motif kotak-kotak,” kata penjaga Toko Qoni, Rustahul Jannah, yang akrab disapa Ita itu mengaku kaget dan gugup saat Kepala Negara berkunjung ke toko yang dijaga olehnya.

Menurut Ita, Presiden membeli sarung dengan harga Rp60 ribu dan Rp425 ribu. “Saya masih kaget Mas. Tidak disangka-sangka Jokowi masuk ke toko,” ujar Ita dilansir dari Antara.

Usai membeli sarung, Presiden Joko Widodo menuju ke lantai dua Plaza Pekalongan untuk melihat kegiatan ekonomi warga di lokasi tersebut

Warga yang berkumpul semakin ramai ketika Presiden keluar dari toko. Beberapa dari mereka mengabadikan momen itu menggunakan kamera selularnya, dan yang lainnya memanggil-manggil nama Jokowi.

Selama kunjungan kerja di Pekalongan, Minggu (8/1), Presiden mengenakan pakaian kemeja putih dibalut jas hitam dan memakai bawahan sarung berwarna cokelat muda.

Presiden mengenakan sarung sejak berangkat dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta untuk mengikuti prosesi perayaan Maulid Nabi SAW.

Jokowi telah menyambangi Pondok Pesantren At Taufiqy, dan mengikuti perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW 1438 Hijriah di Gedung Kanzus Sholawat, Kota Pekalongan, Jawa Tengah. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_445" align="alignleft" width="300"] Kuasa hukum pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman Surjadi Sumawiredja dalam pilkada Jawa Timur 2013, Kenny Hasibuan, menunjukkan surat yang akan diberikan kepada Mendagri Gamawan Fauzi di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (3/2). (ANTARA)[/caption] POSKOTA.CO - Pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman Suryadi Sumawiredja meminta Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi membatalkan jadwal pelantikan pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim) terpilih Soekarwo-Saifullah Yusuf, 12 Februari 2014. "Kami ke sini untuk menemui Mendagri guna menjelaskan permohonan klien kami (Khofifah-Herman) untuk tidak melantik pasangan Soekarwo-Saifullah," kata Kuasa Hukum Khofifah, Romulo HSA Silaen, di Jakarta, Senin. Menurut Romulo, permohonan pembatalan pelantikan ini karena ada pernyataan dari Akil (mantan Ketua MK Akil Mochtar) bahwa dalam putusan panel yang dimenangkan adalah Khofifah-Herman. "Ini karena ada statement dari Pak Akil bahwa dalam putusan panel yang dimenangkan adalah Khofifah, kenapa setelah Akil ditangkap, putusan itu berubah. Ada yang merugikan klien kami," katanya. Selain itu, Romulo menilai, MK telah melanggar undang-undang MK, yang tidak melibatkan ketua dalam RPH. "Ada cacat hukum dari putusan MK, pertama tidak melibatkan Akil sebagai ketua panel, dan tidak sesuai isi putusan panel yang diputus oleh panel sebelumnya, yang 3 orang itu, Akil, Maria, Anwar Usman, ini melanggar pasal 28 ayat 1 Undang-Undang MK, yaitu diputuskan oleh 9 atau dalam keadaan luar biasa 7 orang, dan dipimpin oleh ketua MK, putusan itu tidak melibatkan Akil dan putusan itu berbeda dengan putusan panel yang ditetapkan sebelumnya," katanya. Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Dedy Suprayitno mengatakan hingga saat ini  belum ada rencana pengunduran pelantikan Soekarwo-Saifullah Yusuf pada 12 Februari 2014. "Rencana itu masih berjalan, pelantikan sudah direncanakan, belum ada (pengunduran)," kata Dedy. (djoko/ant)